Teladan Abadi 5

Teladan Abadi 5

Teladan Abadi

pemerintahan mereka yang tidak memiliki tujuan selain

materi dan kesenangan yang diharamkan, kemegahankemegahan

di dalam istana dan merasa sombong di atas

muka bumi sampai bentuk kekhalifahan yang sesungguhnya,

yaitu sebagai pembantu masyarakat dan penjaga serta

pendukung kemuliaan nilai-nilai kemanusiaan dan

kemaslahatan dunia dan akhirat. Akan tetapi, sebaliknya

mereka menduduki posisi sebagai seorang diktator yang

tidak memiliki tujuan selain kerusakan dan perusakan,

kesombongan di atas muka bumi, mempertahankan

kekuasaan dengan segala cara meskipun dengan cara

memperhitungkan kejatuhan pelindung yang mencoba

mengangkat syiar khilafah, yaitu Nabi Muhammad saw.

Karena itu, mereka berusaha memerangi para imam dari

keluarga Nabi sebagaimana yang kita perhatikan ketika

Imam Hasan Askari menyebutkan sebab penentangan Bani

Umayah dan Bani Abbas pada mereka khususnya kepada

al-Mahdi yang dijanjikan.

Dengan demikian, kondisi Islam—terlebih-lebih

masyarakat—belum memiliki kelayakan menuju perbaikan

penting dan besar yang diemban oleh al-Mahdi al-

Muntazhar. Mungkin yang dapat memberikan kejelasan

tentang kondisi saat itu adalah sikap beliau terhadap

pergerakan-pergerakan yang cukup marak dari kalangan

Alawiyin yang muncul di berbagai tempat dalam dunia

Islam. Namun semua itu berhadapan dengan kekejaman

atau pemusnahan atau penyimpangan secara cepat dari

tujuan awal yang didengung-dengungkan dan pada akhirnya

berpaling pada pembentukan pemerintahan kerajaan seperti

pemerintah-pemerintah yang sesat yang mereka hadapi

saat itu. Pergerakan-pergerakan tersebut sangat jauh dari

tujuan-tujuan perbaikan Islam yang lebih besar.11

/

182

Imam Mahdi

Di bawah kondisi seperti ini, di bawah upaya-upaya

pemusnahan yang dilakukan oleh penguasa Bani Abbas

untuk menghentikan al-Mahdi sebagaimana yang telah

dijelaskan, Imam diliputi oleh tirai yang memungkinkan

beliau untuk tetap berperan—sebagai hujjah Allah terhadap

hamba-Nya—dalam mempersiapkan prasarana-prasarana

yang dibutuhkan untuk kemunculannya tanpa harus

menghadapi bahaya kekejian dan pemusnahan manusia

pada hujjah Allah sebagai wakil Tuhan dalam menjaga

syariat Muhammadiyah. Tirai ini disebut dengan kegaiban.

Sejumlah hadis menyebutkan sebab ini dan menerangkan

bahwa salah satu rahasia kegaiban adalah kekhawatiran

atas pembunuhan. Alasan ini sesuai dengan kegaiban

pendek. Adapun sebab-sebab lainnya terkait pada kelayakan

masyarakat untuk menerima kemunculannya. Mengenai

hal ini akan kami jelaskan pada bagian tertentu dalam

mukadimah tentang kegaiban pendek.

Persiapan Nabi dan Para Imam untuk Kegaiban Imam

Mahdi as

Banyak sumber Islam yang mencatat sejumlah

hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw dan para

imam Ahlulbait as yang mengabarkan tentang kepastian

terjadinya kegaiban pada Imam Mahdi as. Kami akan

menukil beberapa contoh di antaranya selain hadis yang

menyebutkan tentang kerahasiaan kelahiran beliau dan

kami akan menukil contoh-contoh hadis lainnya.

Di antara hadis-hadis tersebut adalah hadis yang

diriwayatkan al-Hafizh Shadruddin Ibrahim bin Muhammad

Himwayini asy-Syafii (644-722 H.) dalam kitabnya Faraidh

as-Simthain dan lainnya dengan sanad-sanad mereka dari

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa seorang Yahudi bernama

/

183

Teladan Abadi

Na’tsal Waikani Aba Imarah menjumpai Rasulullah saw dan

bertanya kepadanya mengenai beberapa hal menyangkut

ketauhidan, kenabian, dan imamah. Rasul menjawab

pertanyaan-pertanyaan tersebut dan ia pun puas dengan

jawaban Rasul dan berkata, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain

Allah dan engkau adalah utusan Allah dan aku bersaksi

bahwa mereka adalah washi-washi setelahmu. Sungguh

hal ini telah aku temukan dalam kitab-kitab terdahulu dan

merupakan sesuatu yang dijanjikan Musa kepada kami:

Jika tiba akhir zaman, muncul seorang nabi dengan nama

Ahmad sebagai nabi terakhir dan tidak ada nabi setelahnya

dan akan muncul dari keturunannya para imam yang mulia

sejumlah al-asbath (keturunan Bani Israil).”

Kemudian Nabi Muhammad saw bersabda padanya,

“Wahai Aba Imarah, apakah engkau mengetahui al-asbath?”

Ia menjawab, “Ya wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka

berjumlah dua belas orang.”

Nabi berkata, “Sesungguhnya di antara mereka

bernama Lawi bin Arhiyah.” Dia berkata, “Aku mengenalnya

wahai Rasulullah, dia adalah orang yang gaib dari Bani

Israil beberapa tahun kemudian kembali dan menegakkan

syariat setelah mempelajarinya. Dia berperang melawan

Raja Farithia sehingga dia terbunuh.”

Nabi bersabda,

، @ بِالْقَذَِّ @ لْقَذََّ __ لنَّعْلَ بِالنَّعْلِ َ _ _ ئِيْل حَذُْ _ ِسْرَ _ مِنْ بَنِي ? ُمَّتِي مَا كَا َ _ كَائِنٌ فِي

مَنٌ لاَ O ُمَّتِي َ _ يَأتِي عَلىَ _ ، َ 6 لاَ يُرَ P يَغِيْبُ حَ َّ - لَدِ _ لثَّانِي عَشَرَ مِنْ َ _ ? ََّ __َ

للهُ _ ?ُ S سْمُهُ، فَحِيْنَئِذٍ يُأِْ _ ِلاَّ َ W ?ِ X لْقُرْ _ لاَ مِنَ _ سْمُهُ َ _ ِلاَّ W 4 ْلإِسْلاَِ _ يَبْقَى مِنَ

طُوْبَى _ َحَبَّهُمْ َ 7 لدِّيْنُ. طُوْبَى لِمَنْ _ . يُجَدُِّ _ َ 4 ْلإِسْلاَُ _ فَيَظْهَرَ ِ _ لَهُ بِالْخُرُ ْ

لْوَيْلُ لِمُغْضِهِمْ. __ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِهِمْ، َ

/

184

Imam Mahdi

“Akan terjadi pada umatku apa yang terjadi pada

Bani Israil tidak kurang tidak lebih. Sesungguhnya

putraku ke-12 akan mengalami kegaiban hingga

tidak dapat dilihat. Akan tiba pada umatku

suatu masa yang tidak tersisi dari Islam kecuali

namanya dan al-Quran hanya tinggal tulisan.

Pada saat itu, Allah mengizinkannya untuk

muncul dan menampakkan kembali Islam serta

memperbaharuii agama.” Kemudian Nabi saw

berkata, “Berbahagialah orang-orang yang

mencintai mereka, berbahagialah orang-orang

yang berpegang teguuh pada mereka, dan celakalah

orang-orang yang membenci mereka.”12

Diriwayatkan dari Rasulullah saw beliau bersabda,

مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً. = غَيْبَتِهِ مَا َ _ ِ - لَدِ _ ْلقَائِمَ مِنْ َ _ َنْكَرَ 7 مَنْ

“Siapa yang mengingkari al-Qaim dalam

kegaibannya maka ia meninggal dalam keadaan

jahiliah.” 13

Nabi Muhammad saw bersabda,

ِلَيْهِ W . بَعَهْدٍ مَعْهُوٍْ - لَدِ _ ْلقَائِمُ مِنْ َ _ لَيَغِيْبَنَّ _ بَعَثَنِيَ بِالْحَقِّ بَشِيْرً 6 لَّذِ __َ

?َ _ خَرُ ْ X يَشُكُّ _ مُحَمَّدٍ مِنْ حَاجَةٍ،َ `ِ X مَا للهِ ِ a لنَّا ُ _ ` يَقُوْ َ P مِنِّيْ حَ َّ

ِلَيْهِ W ? لاَ يَجْعَلْ لِلشَّيْطَا ِ _ مَانُهُ فَلْيَتَمَسَّكَ بِدِيْنِهِ َ O َ cَ _َ. َْ7 تِهِ، فَمَنْ . لاََ _ ِ _ِ

يْنِي . يَخْرُجُهُ مِنْ ِ _ سَبِيْلاً بِشَكِّهِ فَيُزِيْلُهُ عَنْ مِلَّتِي َ

“Demi Zat Yang mengutusku dengan kebenaran

dan sebagai pembawa berita gembira, al-Qaim

dari keturunanku akan mengalami kegaiban

sesuai dengan janji yang dijanjikan dariku

padanya sehingga manusia berkata, ‘Allah

/

185

Teladan Abadi

tidak butuh pada keluarga Muhammad,’ dan

sebagian lain meragukan kelahirannya. Siapa

yang menjumpai masanya berpegang teguh pada

agamanya dan jangan memberikan jalan untuk

setan masuk padanya dengan meragukannya

maka ia akan tergelincir dari agamaku dan keluar

dari agamaku….” 14

Nabi Muhammad saw bersabda,

صِيَّتِي، _ َ ? يَحْفَظُوْ َ _ َ - بِأَمْرِ ? َئِمَّةٌ لَيَصُوْ َ 7 لْحُسَيْنِ _ جَعَلَ مِنْ صُلْبِ _َ

بِي فِي شَمَائِلِهِ a لنَّا ُ _ َشْبَهَ 7 ُمَّتِي، _ - مَهْدِ ُ _ َ P َهْلُ بَيْ ِ _ َلتَّاسِعُ مِنْهُمْ قَائِمٌ _

للهِ _ َمْرُ 7 مُضِلَّةٍ، فَيُعْلِنُ @ حِيْرٍَ _ َفْعَالِهِ، لِيَظْهَرَ بَعْدَ غَيْبَةٍ طَوَيْلَةٍ َ 7_ لِهِ َ _ َقْوَ 7_َ

لْحَقِّ. _ يْنُ . يَظْهَرُ ِ _َ

“… Dan dijadikan dari keturunan Husain para

imam yang diwasiatkan atas perintahku dan

menjaga wasiatku. Yang kesembilan dari mereka

adalah penegak Ahlulbaitku, al- Mahdi bagi

umatku. Dia adalah manusia yang paling mirip

denganku, dari posturnya, ucapan-ucapannya,

dan perbuatan-perbuatannya. Dia akan muncul

setelah mengalami kegaiban yang panjang

dan kebingungan yang menyesatkan. Dia akan

menyebarkan perintah Allah dan menampakkan

agama yang hak...”15

Rasulullah saw bersabda, _ مِنْ غَيْبَة 4 لاَبُدَّ لِلْغُلاَِ “Bagi ‘anak

kecil ini’ (al-Mahdi) akan mengalami kegaiban.” Beliau

ditanya, “Mengapa wahai Rasul?” Beliau menjawab, i خَا ُ _ ُ

Ù„_ لْقَتْ _ “Khawatir dibunuh.”16

Rasulullah saw bersabda,

/

186

Imam Mahdi

@ ْلأُمَمُ، يَأْتِي بِذَخِيْرَِ _ تُضِلُّ فِيْهَا @ حِيْرٌَ _ لَهُ غَيْبَةٌ َ ? تَكُوْ ُ - لَدِ _ مِنْ َ - َلْمَهَدِ ُّ _

ظُلْمًا _ َ __ قِسْطًا كَمَا مُلِئَتْ جَوًْ _ فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً َ n لْأَنْبِيَاِ _

“Al-Mahdi adalah keturunanku, ia akan mengalami

kegaiban, terjadi kebingungan, banyak umat

yang tersesat pada saat itu. Kemudian dia

muncul dengan harta-harta tersimpan para nabi

memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana

sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan

kejahatan.”17

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin dalam sebuah

sabdanya, ia berkata,

- لَدِ _ عَشَرَ مِنْ َ -. لْحَاِ _ -ْ _ مِنْ ظَهُوِْ ? يَكُوْ ُ . فِي مَوْلُوٍْ = لَكِنِّي فَكَرْ ُ _َ

ظُلْمًا _ َ __ عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوًْ _ قِسْطًا َ oَ _ ْلأَْ _ يَمْلَأُ - لَّذِ _ - لْمَهَدِ ُ _ هُوَ

. ?َ _ خَرُ ْ X فِيْهَا - يَهْتَدِ َ _ َ 4ٌ_ َقْوَ 7 يُضِلُّ فِيْهَا @ حِيَرٌَ _ لَهُ غَيْبَةٌ َ ? تَكُوْ ُ

“Akan tetapi aku berpikir pada bayi yang lahir dari

keturunanku ke-11, yaitu al-Mahdi, yang akan

memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana

telah dipenuhi oleh kezaliman dan kejahatan. Ia

akan mengalami kegaiban, tidak kebingungan

banyak kaum yang tersesat pada masa itu

sementara yang lain mendapat petunjuk….”18

Imam Ali berkata,

ِمَامَتِهِ W فَلاَ يُثْبِتُ عَلىَ 6 ْلأُخْرَ _ مِنَ ` َطْوَ ُ 7 ِحْدَهُمَا W لِلغَائِبِ مِنَّا غَيْبَتَيْنِ ? َِّ W_َ

صَحَّتْ مَعْرِفَتُهُ. _ يِقِيْنُهُ َ - ِلاَّ مَنْ قَوِ َ W

“Sesungguhnya, bagi yang gaib dari kalangan

kami mengalami dua kegaiban salah satunya

lebih panjang dari yang lain. Tidak akan terbukti

/

187

Teladan Abadi

imamahnya kecuali bagi orang-orang yang kuat

keyakinannya dan benar pengenalannya.” 19

Hadis tersebut juga diriwayatkan dari Imam Hasan bin

Ali as seperti yang telah kami jelaskan dalam pembahasan

mengenai kelahiran beliau.

Diriwayatkan dari Imam Husain as, beliau berkata,

` يَقُوْ َ P حَ َّ ` ِحْدَهُمَا تَطُوْ ُ W ? ) غَيْبَتَا ِ - لْمَهْدِ ُّ _ ْلأَمْرِ (يَعْنِي _ _ لِصَاحِبِ هَذَ

لِيٍّ _ َحَدٌ مِنْ َ 7 لاَ يَطَّلِعُ عَلىَ مَوْضِعِهِ _ هَبَ، َ S بَعْضُهُمْ: َ _ ، َ = بَعْضُهُمْ مَا َ

. t َمْرُُ 7 يَلِيَ - لَّذِ _ َ u ْلموَْ _ ِلاَّ W t لاَ غَيْرَُ _َ

“Bagi shahibul amr (al-Mahdi) terjadi dua

kegaiban, salah satunya sangat panjang sehingga

orang mengatakan bahwa dia telah meninggal.

Sebagian lain mengatakan dia telah pergi. Tidak

ada seorang pun yang mengetahui tempatnya baik

seorang wali atau bukan, kecuali pengikut setia

yang menyerahkan urusannya kepadanya.”20

Diriwayatkan dari Imam Sajjad as, beliau berkata,

ْلعُمْرِ _ ` هُوَ طُوْ ُ _ َ w لْقَائِمِ سُنَّةٌ مِنْ نُوْ ٍ _ ِ

“Al-Qaim mempunyai masa dari masa Nabi Nuh.

Beliau memiliki umur yang panjang.”21

Beliau juga berkata,

6 ْلأُخْرَ _ مِنَ ` َطْوَ ُ 7 ِحْدَهُمَا _ لِلْقَائِمِ مِنَّا غَيْبَتَيْنِ ? َِّ W

“Sesungguhnya al-Qaim dari kami mengalami

dua kegaiban, salah satunya lebih lama dari yang

lain.”22

Diriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir as, beliau

berkata,

/

188

Imam Mahdi

6 ْلأُخْرَ _ مِنَ ` َطْوَ ُ 7 ِحْدَهُمَا W ? مُحَمَّدٍ غَيْبَتَا ِ `ِ X لِقَائِمِ

“Bagi al-Qaim keluarga Muhammad mengalami

dua kegaiban, salah satunya lebih lama dari yang

lain.”23

Dari Imam Shadiq as, beliau berkata,

هَا _ بَلَغَكُمْ عَنْ صَاحِبِكُمْ غَيْبَةٌ فَلاَ تُنْكِرُ ْ ? ِ ْ W

“Jika di antara kalian dari sahabat kalian

menjumpai kegaiban maka jangan diingkari.”24

Imam Shadiq as berkata,

- يَجْرِ َ ? َ ْ 7 ِلاَّ W x َ َ 7 جَلَّ _ للهَ عَزَّ َ _ ? َمَدَّهَا...لأَ َّ 7 ` لِلقَائِمِ مِنَّا غَيْبَةٌ يَطُوْ ُ ? َِّ W

غَيْبَاتُهُمْ . مَدٌَ n سْتِيْفَاِ _ َنَّهُ لاَ بُدَّ يَا سُدَيْرِ مَنْ 7_َn ْلأَنْبِيَاِ _ فِيْهِ سُنَنُ

“Bagi al-Qaim dari keluarga kami akan mengalami

kegaiban yang sangat lama…karena Allah Swt

enggan kecuali berlaku pada saat itu sunnahsunnah

para nabi dan hendaknya dia wahai Sudair

adalah orang yang meminta fatwa dan adanya

kegaiban yang panjang pada mereka.” 25

Diriwayatkan dari Imam Musa Kazhim as, beliau

berkata,

يَمْلَلأَهَا _ للهِ َ _ nِ_ َعْدَ 7 مِنْ oَ _ ْلأَْ _ يُطَهِّرُ - لَّذِ _ لْقَائِمَ _ لَكِنَّ _ لْقَائِمُ بِالْحَقِّ َ _ َنَا 7

َمَدُهَا. 7 ` لَهُ غَيْبَةٌ يَطُوْ ُ - لَدِ _ ْلخَامِسُ مِنْ َ _ هُوَ __ عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوًْ

“Aku adalah orang yang menegakkan kebenaran. Akan

tetapi, al-Qaim yang menyucikan bumi dari musuhmusuh

Allah dan memenuhinya dengan keadilan

sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman.

Dia adalah imam ke-5 dari keturunanku. Dia akan

mengalami kegaiban yang lama masanya….”26

/

189

Teladan Abadi

Imam Ridha as dalam sebuah hadisnya mengenai al-

Qaim berkata,

فَيَمْلَأُ t ثُمَّ يَظْهَرَُ n مَا شَاَ t للهُ فِي سَتْرِِ _ يُغَيِّبُهُ - لَدِ ْ _ بِعُ مِنْ َ _ لرَّ _ cَ _S ...َ

ظُلْمًا. _ َ __ عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوًْ _ قِسْطًا َ oَ _ ْلأَْ _ (بِهِ)

“…Dialah keturunanku yang ke-4 yang Allah

menggaibkannya dalam tirai-Nya sampai waktu

yang Dia kehendaki. Kemudian Allah akan

memunculkannya dan memenuhi bumi dengan

keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan

kezaliman dan kejahatan.”27

Diriwayatkan dari Imam Jawad dalam sebuah hadisnya,

beliau berkata,

يَطْهُرُ - لَّذِ _ لْقَائِمَ _ لَكِنَّ _ للهِ َ _ يْنِ . ِ u ِ َ _ . هَاٍ _ للهِ َ _ ِلاَّ قَائِمٌ بِأَمْرِ W ...مَا مِنَّا

قِسْطًا _ يَمْلَأُهَا عَدْلاً َ _ َ . لْجُحُوِْ __ لْكُفْرِ َ _ َهْلِ 7 مِنْ oَ _ ْلأَْ _ جَلَّ بِهِ _ للهُ عَزَّ َ _

يُغِيْبُ عَنْهُمْ شَخْصُهُ... _ تُهُ َ . لاََ _ ِ a لنَّا ِ _ يُخْفَى عَلىَ - لَّذِ _ هُوَ

“…Kami Ahlulbait adalah al-Qaim penegak

agama atas perintah Allah, petunjuk menuju

agama Allah. Akan tetapi, al-Qaim yang akan

menyucikan bumi dari orang-orang kafir dan

para penentang serta memenuhi dengan keadilan

adalah seseorang yang dirahasiakan kelahirannya

dari manusia, dirinya akan mengalami kegaiban

(tertutupi tidak terlihat) dari manusia….”28

Diriwayatkan dari Imam Hadi as, beliau berkata, __` ِنَّكُمْ W

_ شَخْصَه ?ÙŽ _ تَرَْ ..... “…Kalian tidak akan melihat dirinya….”29

Beliau juga berkata,

لْفَرَ َ _ _ لظَّالِمِيْنَ فَتَوَقَّعُوْ _ _ِ_. صَاحِبُكُمْ عَنْ َ { غَا َ _S َِW

/

190

Imam Mahdi

“Jika pemimpin kalian gaib dari kediaman

orang-orang zalim, maka berharaplah

kemunculannya.”30

Diriwayatkan dari Imam Hasan Askari, beliau

berkata,

a لنَّا َ _ 6 لْمُوْسِمَ كُلَّ سَنَةٍ فَيَرَ _ ْلأَمْرِ يَحْضُرُ _ _ صَاحِبَ هَذَ ? َِّ W للهِ __َ

لاَ يَعْرِفُوْنَهُ _ نَهُ َ _ يَرَ ْ _ فَيَعْرِفُهُمْ، َ

“Demi Allah, sesungguhnya shahibul amr hadir

pada saat musim haji setiap tahun dan dia

melihat seluruh manusia dan mengenali mereka

dan manusia melihatnya akan tetapi tidak

mengenalinya….”31

Beliau juga berkata,

لْحُجَّةُ __ َ 4 ْلإِمَاُ _ ِبْنِي مُحَمَّدٌ هُوَ W ? لْجَاهِلُوْ َ _ فِيْهَا _ ِنَّهُ لَهُ غَيْبَةٌ يُحَاُ W َمَّا 7 ،

مِيْتَةَ جَاهِلَيَّةَ = لَمْ يَعْرِفْهُ مَا َ _ َ = ، مَنْ مَا َ - بَعْدِ

“Putraku Muhammad adalah imam dan hujjah

setelahku. Siapa yang meninggal dan tidak

mengenalnya maka meninggal dalam keadaan jahiliah.

Sesungguhnya ia mengalami masa kegaiban yang akan

membingungkan orang-orang yang bodoh….”32

Beliau juga berkata,

قِسْطًا oَ _ ْلأَْ _ يَمْلَأُ - َلَّذِ _ كَنَّيْهُ، _ للهِ َ _ ` سُوْ ُ _ ِنَّهُ سَمَى َ W ، _ ِبْنِيْ هَذَ W ...

مِثْلَ _ لْحِضْر َ _ ْلأُمَّةِ مِثْلَ _ t ...مِثْلُهُ فِي هَذِِ __ جَوًْ _ عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا َ _َ

للهُ لَيُغِيْبَنَّ غَيْبَةً... __ لْقَرْنَيْنِ، َ _ -Sِ

“… Putraku ini diberi nama oleh Rasulullah saw

dan diberi julukan oleh beliau. Dialah yang akan

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน