Dari Lahir Hingga Syahadah Imam Hasan Askari as

Dari Lahir Hingga Syahadah Imam Hasan Askari  as

 

 

Dari Lahir Hingga Syahadah Imam Hasan Askari  as

 

 

 

Masa kehidupan Imam Mahdi as yang satu ini memiliki poin-poin yang sangat penting, berikut ini sebagian darinya:

 

 

 

Memperkenalkan Imam Mahdi as Kepada Para Pengikut Syiah

 

Mengingat kelahiran Imam kedua belas terjadi dalam keadaan tersembunyi ada sebuah kekhawatiran yang akan menimpa para pengikut Ahli Bait as yaitu mereka bingung dan salah dalam mengenal hujjah terakhir Tuhan. Imam Hasan Askari  as mengemban tugas memperkenalkan putra beliau kepada sebagian pengikut setia yang dapat dipercaya, sehingga mereka juga dapat menyampaikan kelahiran tersebut kepada seluruh pengikut Ahli Bait as, yang dengan demikian pemberitahuan semacam ini tetap tidak mengancam wujud duta terakhir Allah di muka bumi tersebut.

 

Ahmad bin Ishak, salah satu pemuka Syiah dan sahabat khusus Imam kesebelas mengatakan: Aku berada di sisi Imam Hasan Askari  as dan aku ingin menanyakan masalah Imam selepas beliau, tapi belum lagi aku membicarakannya, beliau sudah menerka dan bersabda: wahai Ahmad sesungguhnya Allah swt semenjak menciptakan Nabi Adam as hingga hari kiamat kelak, tidak pernah membiarkan bumi ini sunyi dari hujjah-Nya. Karena hujjah Allah swt, penduduk bumi terselamatkan dari bala, dan dengan (berkah wujudnya) hujan turun dan bumi mengeluarkan kebaikannya (tumbuh-tumbuhan).

 

Aku bertanya: Wahai putra Rasulullah Saw lalu siapakah Imam sepeninggalmu kelak? Tanpa menjawab terlebih dahulu beliau masuk ke kamar dan kembali dengan memangku seorang anak kecil berumur sekitar tiga tahunan dengan rupa menawan laksana rembulan di atas pundak beliau as. Imam Askari as bersabda: Wahai Ahmad bin Ishak jika kedudukanmu tidak mulia di sisi Allah swt, niscaya aku tidak akan menunjukkan putraku ini kepadamu! Sesungguhnya nama dan julukannya sama dengan nama dan julukan Rasulullah Saw, dialah orang yang akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kemakmuran sebagaimana bumi ini telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.

 

Aku berkata: Wahai tuanku, apakah ada bukti dan tanda yang dapat melenyapkan kebimbangan dalam hatiku ini? (Saat itu) anak kecil itu mulai membuka bibirnya dan dengan bahasa Arab yang fasih dan sederhana mengatakan: Aku adalah simpanan Allah swt di bumi-Nya dan pembalas dendam para musuh-Nya.

 

Ahmad bin Ishak berkata: Setelah mendengar ucapan ini akhirnya aku keluar dari rumah Imam Hasan Askari  as dengan penuh gembira ...[1] 

 

Begitu juga Muhammad bin Usman dan beberapa pembesar Syiah lain menukil: ”Telah datang empat puluh orang Syiah kepada Imam kesebelas. Imam menunjukkan putranya kepada kami dan bersabda: “Sepeninggalku dialah Imam kalian dan dia yang akan menggantikanku. Laksanakan perintahnya!, janganlah kalian berpecah belah dalam agama setelah kepergianku! yang demikian itu akan menghancurkan kalian kelak [dan ketahuilah] setelah ini kalian tidak akan melihatnya lagi...[2]

 

Perlu diperhatikan juga, salah satu dari ritual keagamaan dan sunah yang ditekankan adalah melakukan aqiqah dan walimah untuk bayi yang baru lahir, yaitu berupa pemotongan kambing dan memberikan makanan kepada sekelompok manusia untuk keselamatan  dan panjang umur sang bayi. Imam Hasan Askari  as berulang kali melakukan aqiqah[3] untuk putra beliau as supaya dengan hal ini para Syiah mengetahui kelahiran Imam Mahdi as melalui sunah yang diterapkan oleh Nabi Saw.

 

Muhammad bin Ibrahim berkata: ”Imam Hasan Askari  as telah mengirim kepada salah satu Syiahnya sebuah kambing yang telah disembelih seraya berpesan: Ini adalah aqiqah putraku Muhammad.”[4]

 

 


[1] Kamâl ad-Dîn: juz 2, bab 38, hadis pertama, halaman 80.

[2] Kamâl ad-Dîn, juz 2, bab 43, hadis ke 2, hal 162.

[3] Kamâl ad-Dîn: bab 42.

[4] Kamâl ad-Dîn: halaman 158.

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน