Pemerintahan Imam Mahdi as; Ciri-ciri Pemerintahan Teladan

Pemerintahan Imam Mahdi as; Ciri-ciri Pemerintahan Teladan

 

Pemerintahan Imam Mahdi as; Ciri-ciri Pemerintahan Teladan

 

Dalam bagian-bagian sebelumnya telah dibahas tujuan-tujuan, program dan raihan dari pemerintahan Imam Mahdi as. Dan pada akhirnya kita akan membahas sebagian ciri-ciri pemerintahan tersebut seperti; jangkauan pemerintahan, pusat pemerintahan, masa dan waktu pemerintahan, metode para praktisi pemerintah dan biodata mereka.

 

Jangkauan pemerintahan Imam Mahdi as dan pusatnya

Tanpa diragukan lagi bahwa pemerintahan Imam Mahdi as adalah pemerintahan dunia dan global karena dia adalah sosok yang dijanjikan untuk seluruh manusia dan pewujud harapan-harapan mereka. Oleh karena itu setiap keindahan dan kebaikan yang berada di bawah naungan pemerintahannya itu akan menyebar luas ke seluruh penjuru dunia ini merupakan fakta dan kenyataan yang telah ditegaskan oleh riwayat yang tidak sedikit berikut ini kelompok-kelompok riwayat tersebut:

a.      riwayat yang sangat banyak yang memuat bahwa Imam Mahdi as akan memenuhi dunia dengan keadilan dan kemakmuran sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.[1] Kata al-ard yang berarti bumi dalam kelompok riwayat-riwayat tersebut mencakup seluruh permukaan bumi dan tidak ada satu alasan apapun yang membatasi bumi tidak ada dalil apapun yang membatasi.

b.     kelompok riwayat yang menegaskan penguasaan Imam Mahdi terhadap kawasan-kawasan di penjuru dunia di mana luasnya dan pentingnya kawasan-kawasan tersebut menggambarkan bahwa kekuasaan Imam Mahdi meliputi seluruh alam. Dan seakan-akan penjelasan sebagian kota dan negara di dalam riwayat-riwayat itu hanya sebagai contoh saja dan disesuaikan dengan kapasitas pengetahuan mukhatab di zaman tersebut.

Di dalam berbagai riwayat, Roma, Cina, Dailam, Turki, India, Kostantiniyah, Abul Syah, Khazar adalah kawasan-kawasan yang akan ditaklukkan oleh Imam Mahdi as.[2] 

Perlu disampaikan, kawasan-kawasan yang telah disebutkan tadi, di zaman para Imam jauh lebih luas dari pada yang ada saat ini. Seperti contohnya Roma saat itu Roma mencakup seluruh daratan Eropa bahkan benua Amerika dan maksud dari Cina adalah semua negara-negara di kawasan timur asi yang mencakup Jepang dan negara-negara lain, begitu juga India mencakup Pakistan dan negara-negara yang lain. 

Kota Kostantikiyah adalah kota Istambul sekarang, di mana pada zaman itu disebut sebagai kota terkuat mengingat pendudukan kota tersebut adalah kunci untuk dapat menjamah benua Eropa.

Ringkasnya, pendudukan Imam Mahdi as atas kawasan-kawasan yang strategis dan penting merupakan gambaran jelas akan kekuasaan global dan universal beliau .

c.      selain riwayat pada kelompok pertama dan kedua ada satu kelompok riwayat yang lain yang dengan jelas menceritakan globalnya pemerintahan Imam Mahdi as.

Dalam sebuah sabdanya Rasulullah Saw bersabda, di mana Allah SWT berfirman:” Aku akan memenangkan agama-Ku (melalui 12 pemimpin) atas agama-agama yang lain. Dan di tangan merekalah segala perintah Kami akan terdengar di mana-mana, dan dengan bangkitnya sosok terakhir dari mereka –Imam Mahdi as- Aku akan melenyapkan dunia dari musuh-musuh-Ku serta Aku akan menjadikannya pemimpin dunia baik di barat maupun di timur...”[3]

Imam Muhammad Bagir as juga bersabda:”Qaim as dari kami... kekuasaannya akan mencapai timur dan barat dan Allah SWT akan memenangkan agamanya atas seluruh agama-agama yang lain walaupun kaum musyrikin tidak menyukainya...”[4]

Sedang pusat pemerintahan dunia beliau as berada di kota bersejarah yaitu Kufah. Yang pada saat itu kota ini akan meluas dari bentuk aslinya. Sehingga sebagian kawasan kota Najaf  termasuk darinya. Oleh karena itu, tidak heran kalau dalam sebagian riwayat disebutkan, bahwa pusat pemerintahan beliau adalah Kufah terkadang pula disebut dengan Najaf.

Imam Jakfar Shadiq as dalam sebuah riwayat yang sangat panjang bersabda:”pusat pemerintahan Imam Mahdi as adalah di kota Kufah sedang pusat pengadilan beliau berada di masjid agungnya.[5]

Perlu disampaikan pula, kota Kufah sejak zaman dahulu telah menjadi perhatian keluarga Rasulullah Saw dan pusat pemerintahan Imam Ali bin Abi Thalib as. Sedang masjid masyhur yang berada di sana merupakan satu dari empat masjid tersohor dalam Islam, di mana Imam Ali as salat berjamaah di sana dan berkhotbah. Sebagaimana di sana pula beliau menghakimi dan mengadili dan pada akhirnya beliau meneguk cawan syahadah di dalam mihrabnya. 

 

Masa Pemerintahan

Setelah dunia mengalami pemerintahan zalim selama berabad-abad lamanya. Dunia dengan arahan hujjah terakhir Allah SWT akan menuju kepada pemerintahan segala nilai-nilai kebaikan. Pemerintah akan sampai ke tangan para pemimpin yang bijak dan baik hati.  Ini merupakan janji yang pasti dari tuhan.

Pemerintahan orang-orang baik yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi as hingga ujung dari usia dunia dan masa zalim tidak akan terulang lagi.

Dalam sabda yang sebelum dinukil dari Rasulullah Saw, disebutkan, bahwa Allah SWT telah memberikan kabar gembira kepada Rasulullah Saw akan datangnya pemerintahan akhir Imam Maksum, dan pada akhir sabda tersebut dikatakan: setelah Mahdi as memegang pemerintahan, pemerintahannya akan kekal hingga hari kiamat kelak, dan Aku akan menjadikan pemerintahan tersebut berpindah dari tangan wali ke tangan yang lain.”[6]

Oleh karena itu, sistem keadilan Imam Mahdi as  akan tercipta. Pemerintahan yang tidak akan ada gantinya lagi, dan pada hakikatnya ini adalah sejarah baru dari kehidupan manusia di mana seluruhnya berada di bawah payung pemerintahan ilahiah.

Imam Muhammad Bagir as bersabda:” pemerintahan kami adalah akhir dari pemerintahan, tiada kelompok pemilik kekuasaan yang tersisa kecuali mereka telah memimpin sebelumnya, sehingga saat mereka melihat metode pemerintahan beliau mereka tidak dapat lagi mengatakan jika kami jadi pemimpin juga niscaya kami juga akan melakukan hal yang sama.[7]

 Dengan demikian masa waktu keberlangsungan sistem pemerintahan Imam Mahdi as setelah masa kebangkitan, selain masa pemerintahan beliau sendiri sisa umur beliau akan dihabiskan untuk pemerintahan ini setelah itu beliau akan meninggal dunia.

Tanpa diragukan lagi, masa pemerintahan Imam Mahdi as hendaknya dapat mendukung terciptanya sebuah perubahan dan tegaknya keadilan di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi jika dalam beberapa tahun hal ini dapat dianalisa itu butuh riset dan kajian mendalam. Hendaknya merujuk kepada arahan para Imam Maksum as. Hanya saja, dengan memperhatikan potensi pemimpin ilahi dan bantuan gaib untuk beliau dan para pengikutnya, kesiapan dunia untuk menerima pemerintahan nilai-nilai keindahan pada zaman bangkitnya Imam bisa jadi hanya terjadi dalam masa yang relatif singkat. Dan manusia yang sepanjang sejarah tidak mampu mewujudkan hal yang sulit tapi ternyata hal-hal itu dapat diselesaikan dalam kurun waktu 10 hari.

Riwayat-riwayat yang menjelaskan masa pemerintahan Imam Mahdi as sangat beragam. Sebagian mengatakan bahwa pemerintahan beliau hanya  selama lima tahun, sebagian lagi tujuh tahun dan yang lain mengatakan delapan, sembilan atau sepuluh tahun.  Riwayat yang lain mengatakan bahwa masa pemerintahan tersebut sembilan belas tahun dan beberapa bulan, dan akhirnya 40 tahun dan 309 tahun.[8]

Selain sebab semua perbedaan ini dalam riwayat masih belum jelas, memilih masa waktu pemerintahan yang pasti itu sangat sulit sekali. Akan tetapi, sebagian dari ulama Syiah memilih tujuh tahun, dengan mengacu kepada riwayat-riwayat yang ada.[9] 

Sebagian lain juga mengatakan, lama pemerintahan Imam Mahdi as adalah tujuh tahun, hanya saja, satu tahun pemerintahan di masa itu sama dengan sepuluh tahun di masa kita sekarang. Berikut ini riwayat yang menunjukkan hal tersebut:

Seorang rawi bertanya kepada Imam Jakfar Shadiq as tentang masa pemerintahan Imam Mahdi as, beliau menjawab:” Imam Mahdi as akan memerintah selama tujuh tahun yang berarti sama dengan tujuh puluh tahun masa kalian.[10]

Marhum Najisi mengatakan:”riwayat-riwayat yang mengatakan masa pemerintahan Imam Mahdi as harus ditafsirkan berikut: sebagian riwayat menjelaskan masa waktu keseluruhan pemerintahan beliau as, sebagian lagi menjelaskan keberlangsungannya saja, sebagian lagi sesuai dengan masa yang sedang kita alami, sebagian lagi berkaitan dengan masa waktu beliau saat itu yang lebih lama dan Allah SWT Maha tahu akan hal tersebut.”[11]

 

Sirah Pemerintahan Imam Mahdi as

Setiap pemimpin dalam sebuah pemerintahan dan dalam bagian-bagian mudiriyat memiliki cara dan metode khusus yang menjadi ciri khas dari pemerintahan tersebut. Imam yang dijanjikan dan Mahdi yang dinanti juga memiliki metode dan cara tersendiri. Kendati kita telah menyinggung cara dan metode pemerintahan beliau pada pembahasan sebelumnya, namun mengingat topik ini sangat penting maka kita layak untuk membahasnya secara independen dengan mengacu kepada sabda-sabda suci Rasulullah Saw dan para Imam Maksum  as. Sehingga kita dapat mengetahui lebih baik dan lebih banyak lagi.

Hal utama yang harus ditegaskan di sini adalah riwayat-riwayat telah menggambarkan secara umum sirah dan metode pemerintahan Imam Mahdi as, yang tak lain sirah Rasulullah Saw sendiri. Sebagaimana Rasulullah Saw pada zaman jahiliah muncul dan bangkit melawan kebodohan dan mengajak manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, Imam Mahdi as juga bangkit dan melawan kebodohan baru yang lebih berbahaya dari kebodohan sebelumnya. Beliau akan membangun nilai-nilai ilahiah dan akan menumbangkan jahiliah modernitas yang ada.

Imam saat ditanya tentang hal ini bersabda:” beliau as akan melakukan hal yang telah diperbuat oleh Rasulullah Saw, dia akan menghancurkan segalanya sebagaimana Rasulullah Saw telah menghancurkan jahiliah dan beliau akan membangun Islam dari awal.[12]

Ini merupakan politik umum Imam Mahdi as dalam pemerintahannya. Hanya saja, berhubung kondisi zaman yang berbeda maka metode pelaksanaan pemerintahan juga demikian yang insya Allah akan kami bahas pula dalam kajian tersendiri.

 

Sirah Perjuangan Imam Mahdi as

Imam Mahdi as dengan revolusi dunianya akan melipat hamparan kekafiran dan syirik yang terbentang di atas muka bumi. Dan semuanya akan diajak dan di seru kepada agama Islam.

Rasulullah Saw bersabda:”metode Imam Mahdi as sama dengan metode yang aku terapkan di mana dia akan mengajak seluruh umat manusia menuju agama dan syariatku.[13]

Hanya saja, beliau akan bangkit pada masa waktu di mana kebenaran sudah tampak jelas dikenalkan dan hujjah atas manusia telah sempurna.

Kendati demikian, menurut sebagian riwayat, Imam Mahdi as akan mengeluarkan kitab Taurat dan Injil yang belum ditahrif  (diubah) dari gua Anthakiyah, dan dengan kitab tersebut beliau akan berdebat dengan kaum Yahudi dan kaum Kristiani, yang menyebabkan masuk islamnya sebagian besar dari mereka.[14]  Dari sini, hal yang membuat kecenderungan umat manusia terhadap agama Islam adalah penyaksian mereka bahwa Mahdi as dibantu oleh tangan gaib dan tanda-tanda (mukjizat) para Nabi seperti tongkat Nabi Musa as cincin Nabi Sulaiman as, baju besi, pedang dan panji Rasulullah Saw berada di tangan beliau,[15]  di mana dia bangkit untuk mewujudkan tujuan diutusnya para Nabi yang belum rampung serta tegaknya keadilan. Jelas, dalam kondisi semacam ini hak dan kebenaran akan tampak jelas di depan semua orang, hanya orang-orang yang telah kehilangan identitas kemanusiaan dan ilahiahnya yang tetap berada di pentas kebatilan, maka lazim bagi pemerintahan Imam Mahdi as untuk membuang polusi ini dari tengah masyarakat. Di sinilah pedang tajam keadilan Imam Mahdi as akan dihunus dan akan membelah badan-badan para penzalim dan tidak akan meninggalkan mereka satu pun. Ini adalah metode Rasulullah Saw dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.[16]

 

Sirah Pengadilan Imam Mahdi as

Mengingat penantian Imam Mahdi as untuk tegaknya sebuah keadilan yang universal di seluruh dunia, maka untuk melaksanakan tujuan agung ini  beliau membutuhkan sebuah sistem peradilan yang kokoh dan mapan. Oleh karena itu, beliau akan mengikuti jejak kakek beliau Amirul Mukminin as dan dengan kegigihan beliau akan menagih hak-hak yang telah diinjak-injak dan di manapun hak itu berada beliau akan mengembalikannya kepada pemiliknya.

Begitu adilnya beliau sehingga orang-orang yang hidup saat itu berangan-angan kalau orang yang sudah mati hidup kembali dan merasakan manisnya keadilan saat itu.[17]

Perlu ditegaskan juga, sebagian dari riwayat menjelaskan bahwa Imam Mahdi as saat mengadili seperti Nabi Sulaiman as dan Nabi Daud as dan sama seperti keduanya bersaksi dengan ilmu tuhan yang dimiliki bukan kepada saksi yang ada.

  Imam Jakfar Shadiq as bersabda:”saat Qaim keluarga Muhammad bangkit, dia akan menghakimi dengan cara Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as, dan tidak meminta saksi dari siapa pun.[18]

Bisa jadi misteri dari pengadilan semacam ini adalah keyakinan terhadap ilmu ilahi akan menelorkan keadilan yang hakiki. Di mana jika berdasarkan saksi keadilan lahiriah terwujud, karena saksi berasal dari manusia dan manusia terkadang melakukan kesalahan.

Memang, memahami cara pengadilan yang akan diterapkan oleh Imam Mahdi as dengan metode yang telah dijelaskan tadi adalah hal yang sangat sulit. Akan tetapi, dapat dipahami bahwa pengadilan semacam ini pasti sesuai dengan masa dan kondisi saat itu.

 

Sirah Mudiriyat Imam Mahdi as

Salah satu pilar penting sebuah pemerintahan adalah pelaksana pemerintahan itu sendiri. Saat para petugas pemerintahan orang-orang yang baik maka pemerintahan akan baik pula dan tujuan pemerintahan akan segera terwujud.

Imam Mahdi as sebagai pucuk pimpinan pemerintahan telah melantik para petugas dari pengikut beliau yang terbaik, pribadi-pribadi yang memiliki ciri-ciri seorang pemimpin Islam seperti ilmu mudiriyat, loyalitas suci dalam niat dan amal serta keberanian dalam mengambil sebuah Keputusan. Kendati demikian, Imam sebagai pemimpin utama secara terus menerus menganalisa hasil kerja para pemimpin di bawah beliau dengan ketelitian dan tanpa toleransi. Ini merupakan ciri penting yang telah dilupakan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelum pemerintahan Imam Mahdi as. Tindakan ini dalam berbagai riwayat disebut sebagai salah satu dari tanda-tanda Imam Mahdi as. Rasulullah Saw bersabda: “tanda Imam Mahdi as adalah ia sangat teliti dan keras terhadap para petugasnya, dermawan dengan hartanya dan kasih terhadap sesama(orang miskin).”[19]

 

Sirah Ekonomi Imam Mahdi as

Metode Imam Mahdi as dalam masalah keuangan dalam pemerintahan diterapkan berdasarkan persamaan. Ini adalah metode yang baik yang pernah ada di zaman Rasulullah Saw dan setelah beliau, metode dan cara ini diubah dan diganti dengan tolak ukur gombal untuk memberikan bantuan kepada orang lain, dan menjadi penyebab timbulnya jarak di antara lapisan masyarakat Islam saat itu. Walaupun Imam Ali dan Imam Hasan pada masa pemerintahan beliau menerapkan sistem persamaan dalam memberikan keuangan kepada kaum muslimin, akan tetapi, dinasti Umayah telah menggunakan harta benda kaum muslimin seperti miliknya pribadi dan menggunakannya untuk kemaslahatan kelompoknya sendiri, dan dengan ini pula mereka mengokohkan pemerintahannya ilegal mereka. Mereka memberikan tanah-tanah pertanian, harta benda milik umum kepada para kroni mereka. Tindakan ini populer sejak khalifah ketiga dan di masa kepemimpinan dinasti Umayah.

Imam Mahdi as yang menjadi perwujudan keadilan, akan memberikan baitul mal kepada manusia dan menganggapnya sebagai kekayaan milik bersama di mana semua orang memiliki saham dan bagian sehingga tidak ada diskriminasi dan prioritas serta pemberian kekayaan dan bumi dilarang secara menyeluruh. Rasulullah Saw bersabda: “...jika Qaim kami telah bangkit qathaik (tanah-tanah yang secara zalim dirampas atau diberikan oleh pemimpin-pemimpin lalim) itu akan hilang.”[20]

Ciri lain metode kepingan Imam Mahdi as adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan materi dan kesejahteraan logis untuk kehidupan seluruh person Imam Mahdi as akan memberikan harta yang berlimpah kepada manusia, dan di dalam pemerintahan beliau setiap orang yang meminta dari beliau maka orang tersebut akan mendapatkan harta yang sangat banyak . Rasulullah Saw bersabda: “...maka dia Mahdi as akan memberikan harta yang sangat banyak.”[21]

Metode ini sangat cocok untuk menciptakan reformasi personal maupun sosial yang menjadi tujuan agung memimpin segala kebaikan. Beliau dengan memenuhi kebutuhan material manusia berupaya untuk mengajak manusia kepada ketaatan dan penghambaan kepada tuhan yang telah kita jelaskan secara terperinci dalam pembahasan tujuan pemerintahan Imam Mahdi as.

 

Pribadi Imam Mahdi as

Sirah Imam Mahdi as dalam tindakan personal juga dalam berinteraksi dengan manusia menggambarkan bahwa beliau seorang pemimpin Islam ideal di mana pemerintahan di hadapannya tak lebih dari sebuah sarana untuk berkhidmat kepada manusia dan menyampaikan mereka kepada puncak kesempurnaan. Pemerintahan di mata beliau bukanlah kesempatan untuk menimbun harta kekayaan dan perbuatan aniaya serta eksploitasi hamba-hamba Allah SWT.

Sesungguhnya pemimpin orang-orang saleh itu di atas kursi kepemimpinan mengingatkan kita kepada pemerintahan Rasulullah Saw dan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Walaupun seluruh harta dan kekayaan berada di bawah kekuasaannya tapi dalam kehidupan pribadi beliau hidup layaknya orang yang berada di bawah lapisan masyarakat  terbawah.

Imam Ali as saat menjelaskan beliau bersabda: “Imam Mahdi as telah mengikat janji pada dirinya (kendati beliau pemimpin umat manusia) akan berjalan seperti rakyat biasa mengenakan baju seperti mereka dan mengendarai kendaraan seperti yang dinaiki mereka... dan beliau meresa cukup dengan hal yang sedikit.”[22]

Imam Ali as sendiri juga demikian dan dalam kehidupan duniawi, makanan dan pakaian berlaku zuhud seperti Rasulullah Saw dan Imam Mahdi as mengikuti jejak beliau.

Imam Jakfar as bersabda: sesungguhnya jika Qoim kami telah bangkit dia akan mengenakan baju Imam Ali as dan akan berjalan dengan sirah beliau as.”[23]

Dia yang sangat keras dan teliti terhadap dirinya akan tetapi laksana seorang yang kasih dengan umatnya yang selalu menginginkan ketenangan dan kebahagiaan mereka di mana dalam sebuah riwayat dari Imam Ali Ridha as disebutkan: “dia adalah seorang Imam yang kasih yang selalu menyertai, seorang bapak yang kasih, seorang saudara yang lembut, seorang ibu yang sayang kepada anak kecilnya dan tempat berlindung bagi para hamba dalam peristiwa yang menakutkan.”[24]

Memang  dia begitu akrab dan dekat dengan umat sehingga semua orang menganggapnya sebagai tempat berlindung mereka. Diriwayatkan dari Rasulullah Saw yang bersabda: “umatnya berlindung kepadanya sebagaimana lebah berlindung kepada ratunya.”[25]

Dia adalah misdaq kamil dari seorang pemimpin yang dipilih dari masyarakat dan hidup di tengah-tengah mereka dan seperti mereka. Oleh karena itu dengan baik dia mengetahui penyakit-penyakit dan keperluan mereka serta jalan keluar dan obatnya. Seluruh tenaga dan pikirannya digunakan untuk perbaikan kondisi mereka dan dalam jalan ini hanya kerelaan Allah SWT yang dipikirkan. Dalam kondisi semacam ini bagaimana umat manusia di sisinya tidak akan mendapatkan ketenangan dan keamanan?!

 

Penerimaan Dari Umum

Salah satu dari pikiran yang menyibukkan sebuah pemerintahan adalah menarik simpati dan kerelaan masyarakat. Akan tetapi karena kelemahan di dalam berbagai bidang kerelaan ini tidak dapat diraih. Salah satu dari ciri-ciri mendasar dari pemerintahan Imam Mahdi as adalah pemerintahan ini diterima oleh semua kalangan dan umat manusia bahkan bukan penduduk bumi saja tapi para penghuni langit pun sangat rela akan pemerintahan ilahi dan penegak keadilan ini.

Rasulullah Saw bersabda: “aku akan mengkhabarkan khabar gembira dengan Mahdi...  di mana penghuni langit dan bumi merasa puas atas pemerintahannya. Bagaimana mungkin seseorang tidak rela atas pemerintahannya di mana akan tampak jelas bagi penduduk dunia di mana kebahagiaan dirinya baik dari sisi materi maupun spiritual hanya dapat diwujudkan di bawah pemerintahan ilahi beliau as.”[26]

Sangat layak di akhir pembahasan ini kita akhiri dengan ungkapan Imam Ali as: Allah SWT akan membantu Imam Mahdi as melalui para malaikat, Dia akan menjaga para pengikutnya dan dengan perantara tanda-tandanya dia akan ditolong dan akan dimenangkan atas seluruh penduduk bumi, sehingga semua kalangan baik dengan suka rela maupun terpaksa menyukai dirinya dan akhirnya memenuhi bumi dengan keadilan dan dari cahaya. Kota-kota percaya kepadanya sehingga tidak ada seorang kafir yang tersisa kecuali dia akan beriman dan tidak ada perbuatan jelek yang tersisa kecuali akan membaik di dalam pemerintahannya binatang-binatang buas akan berdamai bumi akan mengeluarkan berkahnya dan langit akan menurunkan kebaikannya (hujan) dan harta karun bumi akan tampak di hadapannya... oleh karena itu alangkah bahagianya orang yang melihatnya dan mendengar suaranya.”[27]

 



[1] Kamâl ad-Dîn, bab 25, hadis ke empat dan bab 24, hadis pertama dan ketujuh.

[2] Lihat Ghaibah nukmani dan Ihtijaj, karya Thabarsi.

[3] Kamâl ad-Dîn, juz pertama, bab 23, hadis keempat,  halaman 477.

[4] Kamâl ad-Dîn, juz pertama, bab 32, hadis ke-16, halaman 603.

[5] Bihâr al-Anwâr, juz 53, halaman 11.

[6] Kamâl ad-Dîn, juz 1, bab 23, hadis keempat, halaman 477.

[7] Gaibah thusi, pasal 8, hadis 493, halaman 472.

[8] Untuk lebih mengenal lebih jauh, dapat dirujuk di buku Chesym Andozi beh Hukumate Mahdi as, Najmuddin Thabasi, halaman 173-175.

[9] Lihat, al-Mahdi, Sayid Shadr, halaman 239 dan Tarikh ma Ba’da Dhuhur, Sayid Shadr.

[10] Gaibah Thusi, pasal 8, hadis 497, halaman 474.

[11] Bihâr al-Anwâr, juz 52, halaman 280.

[12] Gaibah Nukmani, bab 13, hadis 13, halaman 236.

[13] Kamâl ad-Dîn, juz 2, bab 39, hadis 6, halaman 122.

[14] Lihat, al-Fitan, halaman 249-251.

[15] Lihat Itsbat al-Hudat, juz 3, halaman 439-494.

[16] Ibid, halaman 450.

[17] Al-Fitan,halaman 99.

[18] Itsbatul Hudat, juz 3, halaman 447.

[19] Mu’jam Ahadis Imam Mahdi as, juz pertama, hadis 152, hal 246.

[20] Bihâr al-Anwâr, juz 52, hal 309.

[21] Mu’jam Ahadis Imam Mahdi as, juz 1, hadis 143, hal 232.

[22] Muntakhabu Atsar, pasal 6, bab 11, hadis ke 4, hal 581.l

[23] Wasail as-Syiah, juz 3, hal 348.

[24] Ushul-kafi, juz 1, hadis pertama, hal 225.

[25] Muntahabul Astar, pasal ke 7, bab ke 7, hadis ke 2, hal, 598.

[26] Bihâr al-Anwâr, juz 51, hal 81.

[27] Itsbatul Hudat, juz 3, hal 524.

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน