Sifat Penanti Imam Mahdi as

Sifat Penanti Imam Mahdi as

Sifat Penanti Imam Mahdi as

 

Sesungguhnya penanti dari pembantu Imam Mahdi memiliki sifat Islamiyah baik dalam akidah, perkataan dan tindakan serta kehidupan kesehariannya tampak dengan jelas sebagai suatu hakikat dan kepribadiannya. Sebagaian dari sifat-sifat dasar tersebut akan membantu mukminin untuk menjadi tentara Imam Mahdi dan pendukungnya sebelum kehadirannya, yang mana tidak ada beda apakah dia akan bertemu dengan beliau ataupun meninggal sebelumnya.

 

1-   Sabar

 

Dunia adalah darul bala (tempat ujian) yang akan menunjukkan pada Allah mana yang baik dan buruk, dan dengan bertambahnya iman bertambah pula ujiannya.

 

Sebagaimana difirmankan Allah: Akan Kami uji kalian hingga Kami ketahui para mujahid dan orang yang sabar dan Kami uji yang terbaik dari kamu. (Muhammad 31)

 

Bersabda Rasulullah (saw) : نحن معاشر الانبياء اشد الناس بلاء, Ùˆ المؤمنون الامثال فلامثال   (Kami para anbiya mendapatkan ujian lebih berat dan mukminin sama begitu juga).

 

Tidak ada yang tersembunyi dari egaiban Imam Mahdi dimana beliau menghadapi kesulitan dan kepedihan, dan menetapkan iman bagi mereka yang sabar dalam keghaiban imam Mahdi yang berbunga dalam kehidupan manusia.

 

Bersabda Rasulullah (sawa) : لا يثبت علي القول بإمامته الا من امتحن الله قلبه للايمان  (tidak terbukti keimamahannya pada ungkapan kecuali mereka yang telah diuji Allah imannya).

 

Lebih rendah dari itu adalah keragaman kefasadan yang menyerang rumah dengan keharamannya yang akan menjadikan mukmin akan memiliki kualitas iman di zaman ini dengan kesabarannya di hadapan Allah.

 

2-   Jauh dari hawa nafsu

 

Penantian adalah tidak lain untuk membuat setiap individu menjadi tentara yang siaga untuk taat kepada Allah sebagaimana jihad akbar untuk mengatur hawa dan berhasil untuk menubuhkan taqwa serta beramal di garis jihad. Ketika tumbuh sifat perwalian dari apa yang dijamin dari hidayah dan kepemimpinan Amiril Mu’minin Ali as :

 

التزموا الارض, واصبروا علي البلاء, Ùˆ لا تحركوا بايديكم Ùˆ سيوفكم في هوى السنتكم, Ùˆ لا تعتجلوا ما لم تعجله الله لكم, فانه من مات منكم  علي فراشه, Ùˆ هو علي معرفة حقَ ربه Ùˆ حقَ رسوله Ùˆ اهل بيته, مات شهيدا Ùˆ وقع اجره علي الله, واستوجب ثواب ما نوا من صالح عمله, Ùˆ قامت النية مقام صلاته لنفسه, Ùˆ انَ لكل شيئ مدة Ùˆ اجلا            

 

3- Berpegang pada Islam

 

Sesungguhnya kita sekarang menghadapi serangan pada Islam secara global dari musuh, dimana kafir dunia hendak menghilangnya warna dan kwalitas Islam. Kalau kita berpegang pada agama dan dasarnya dibawah semua tekanan dan ancaman, maka kita minimal akan menjadi benteng kemualiaanya sebagai pendukungnya dan menjadi pemenang dengan izin Allah.

 

Kemenangan revolusi Islam di Iran dan kejayaan muqawamah Islam melawan musuh kemanusiaan Israel karena berpegang pada peruntuk Islam dan cahaya Nabi dan Aimmah as, bersabda Rasulullah saw:

 

اللهم لقني إخوني, قالها مرتين, فقال من حوله من إصحابه، آما نحن يا رسول الله؟ فقال: لا, انكم اصحابي, و اخواني في آخر الزمن آمنوا بي و لم يروني...لآحدهم آشَد بقية علي دينه من خرط القتاد في الليلة الظلماء,او كالقبض علي جمر الغضا !

 

 

 

4-   Ma’rifah Imam Zaman

 

Dalam hadis :من مات و لم يعرف امام زمانه مات ميتة جاهليه baik Imam hadir dan hidup atau ghaib dan tersembunyi. Tidak lah hanya melaksanakan islam secara individual, tapi haruslah mencari peran dan taklif urusan ummat dan kemasyarakatan pada semua perkara muslimin dan hajatnya. Hal inilah yang menuntut kepemimpinan yang menggariskan untuk tingkatan peran dan batasan tujuan yang praktikal. Akan terpenuhilah taklif mukallaf ketika melaksanakan tugas tersebut.

 

Dengan ghaibnya Imam, hubungan dengan mereka yang berwilayah padanya dan arif pada hukum syari’ah

 

Yang mana peran ini dipegang olah wali amr muslimin yang melaksanakan tugas shahibuz zaman dimana lebih dikenal sebagai wali faqih yang sekarang dilaksanakan oleh Imam Ali Khamenei. Maka jatuhlah taklif kita, ini adalah jalan yang terbaik.

 

 Ùˆ امَا الحواديث الواقعة فارجعوا فيها الي رواة حديثنا فانهم حجتي عليكم Ùˆ انا حجة الله

 

 

 

5- Jihad

 

Jihad adalah penjagaan umah dari musuh musuhnya, yang mencegah mustakbirin dan penjajah untuk sampai pada keinginannya di negara-negara muslimin. Sifat dari muwali (orang yang berwilayah) pada Iman Zaman aj adalah memperhatikan jihad dengan memperhatikan betapa banyak kefasadan, penindasan dan permusuhan. Haruslah mereka mempersiapkan diri dengan betul-betul untuk dapat berjihad bersama Imam Zaman aj. Memerangi zionisme untuk membebaskan  tanah Palestina merupakan satu cara yang nyata dan praktis untuk hal ini.

 

Rasulullah bersabda :

 

لا تزال طائفة من امتی علی الذین ظاهرین لعدوهم قاهرون، لا یضرهم من خالفهم، Ùˆ لا ما أصابهم من لأواء (مشقة) حتی یأتیهم أمر الله Ùˆ هم کذالک .قال: یا رسول الله Ùˆ این هم؟  قال: ببیت المقدس Ùˆ اکناف بیت المقدس   

 

Dalam tafsir Al Qumi dinyatakan dalam Qur’an tentang Imam Zaman dan sahabatnya pada ayat:

 

فسوف یاتی بقوم یحبهم و یحبونه اذلة علی المؤمنین أعزة علی الکافرین یجاهدون فی سبیل الله و لا یخافون لومة لائم

 

 

 

6- Sulukus Shaleh

 

Tidak akan cukup bagi seorang muslim hanya menjalankan ibadah wajib dan sunnahnya saja kalau tidak sampai pada mengekspresikannya pada akhlaq dan prilakunya yang baik dan jujur. Seorang muslim yang mukmin akan berprilaku dalam kehidupannya dalam keluarga dan juga masyarakat sebagaimana diperintahkan Allah dan tidak mengikut hawa nafsunya ayng bertentangan dengan syari’at Ilahi.

 

Pendukung Imam Mahdi adalah mereka yang berjalan dengan begini, berjalan dengan ibadah dan amal. Rasulullah bersabda :

 

لا تنطروا الی کثیرة صلاتهم Ùˆ صیامهم Ùˆ کثرة الحج Ùˆ الزکاة Ùˆ کثرة المعروف Ùˆ طنطنتهم بالیل، انظروا إلی صدق الحدیث Ùˆ اداء الأمانة    

 

Jangan pandang banyak shalat dan puasanya, banyak haji, zakat dan kebaikannya serta bangkit malam harinya. Lihatlah pada kejujuran perkataannya dan amanahnya.

 

(Sumber: www.Islammuhammadi.com)

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน