Menerima Hadiah-hadiah Dan Bingkisan

Menerima Hadiah-hadiah Dan Bingkisan

Menerima Hadiah-hadiah Dan Bingkisan

 

Salah satu dari ritual para Syiah adalah mengirim hadiah dan kewajiban (zakat atau khumus) kepada para Imam Maksum, di mana setelah diterima, mereka menyalurkannya kepada para kaum tertindas dalam masyarakat untuk mencukupi kebutuhan mereka.

 

Ibnu Ishak salah satu wakil Imam Hasan Askari as berkata: Aku membawa harta para pengikut Syiah kepada Imam kesebelas. Pada saat itu, seorang anak kecil dengan raut wajah bak bulan purnama berada di sisi beliau. Imam Hasan Askari  as bersabda kepada putra beliau: wahai anakku bukalah hadiah-hadiah dari para pengikut dan sahabatmu! Anak kecil itu berkata: wahai tuanku, apakah baik tanganku yang masih suci ini, menyentuh harta-harta kotor yang telah bercampur antara yang halal dan yang haram?

 

Imam Hasan Askari  as bersabda: wahai Ibnu Ishak keluarkan semuanya supaya dapat diketahui olehnya mana harta yang halal dan mana yang haram!! Setelah itu, bungkusan pertama yang aku keluarkan, langsung dikomentari oleh anak kecil itu: bungkusan ini dari fulan bin fulan dari kota Qom, (beliau menyebut nama tempatnya) di mana terdapat 62 keping uang. 45 darinya adalah hasil penjualan tanah cadas dan berbatu yang pemiliknya baru mewarisinya dari ayahnya sedang 14 dinar yang lain hasil penjualan 9 baju dan tiga dinar adalah hasil sewaan toko-toko.

 

Imam Hasan Askari  as bersabda: Putraku yang aku sayangi! Engkau berkata benar, sekarang berilah arahan orang ini (mana harta yang haram)? Anak kecil itu dengan seksama memeriksa harta benda dan uang keping haram dan menjelaskan sebab keharamannya secara gamblang.

 

Kemudian kantong lain beliau keluarkan. setelah menyebut nama pemilik, tanda dan tempat tinggalnya, beliau mengatakan: di dalam kantong ini terdapat 50 keping uang di mana kita tidak layak untuk menyentuhnya. Kemudian beliau menyebut sebab ketidaksucian harta tersebut satu persatu. Lalu Imam Hasan Askari  as bersabda: putraku yang aku sayangi, kamu berkata benar! Kemudian beliau menghadap kepada Ahmad bin Ishak seraya bersabda: kembalikanlah semuanya itu kepada pemiliknya atau sampaikan pesan kepada mereka agar mengembalikannya kepada pemilik aslinya dan beri tahukan bahwa kita tidak membutuhkannya...[1] 

 

 


[1] Kamâl ad-Dîn: juz 2, bab 43, hadis ke-21, halaman 190.

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน