Imam Mahdi

Imam Mahdi

mam Mahdi

4 Al-Kâfî, jil.1, hal.342; Al-Ghaybah, Nu’mani, hal.167-168.

5 ‘Ilal asy Syarai’, hal.147; Kamaluddin, hal.641.

6 Qurbul Isnad al-Himyari, hal.162; Bihâr al-Anwâr, jil.52,

hal.113.

7 QS. al-A’raf:128. Adapun hadis itu ada dalam kitab Al-Ghaybah,

Syekh Thusi, hal.282.

8 ‘Ilâl asy-Syarai’, jil.1, hal.245; ‘Uyûn al-Akhbâr ar-Ridhâ’, jil.1,

hal.273.

9 Kamaluddin, hal.483; Al-Ghaybah, Syekh Thusi, hal.176.

10 Ma’adin al-Hikmah, jil.2, hal.303; Bihâr al-Anwâr, jil.53,

hal.174.

11 Al-Ihtijaj, jil.2, hal.325; Ma’adin al-Hikmah, jil.2, hal.306; Bihâr

al-Anwâr, jil.35, hal.176.

12 Al I’tiqad, Syekh Shaduq, hal.99; I’lam al-Wara, Thabarsi, jil.2,

hal.297, Bab 5, masalah pertama dari tujuh permasalahan kegaiban;

Al-Fushûl al-Muhimmah, hal.272.

13 Kifayat al-Atsar, hal.56; Yanabi’ al-Mawaddah, hal.442.

14 Satu contoh, rujuk hadis yang diriwayatkan dari Imam Musa

Kazhim as, ketika menyifati orang-orang mukmin yang tetap teguh

pada keyakinannya pada masa kegaiban. Beliau berkata, ……..

“Mereka adalah dari kami dan kami adalah dari mereka. Mereka

ridha menjadikan kami sebagai pemimpin mereka dan kamipun

ridha menjadikan mereka sebagai pengikut kami. Maka berbahagialah

mereka, berbahagialah mereka. Demi Allah, mereka bersama

kami, dalam derajat kami kelak di hari kiamat.” Kamaluddin,

hal.361; Kifayat al-Atsar, hal.265.

15 Al-Ihtijaj, jil.1, hal.323; Ma’âdin al-Hikmah, jil.2, hal.303.

16 Kanz al-Fawaid, Allamah Karajaki, jil.2, hal.219.

17 Mafâtîh al-Ushûl, hal.496-497 Bab Ijma.

18 Al-Ihtijaj, jil.2, hal.260.

19 Syekh Karimi Jahrami mengumpulkan sejumlah riwayat dalam

/

277

Teladan Abadi

sebuah kitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan

judul Ri’ayat al-Imâm al-Mahdi lî al-Maraji’ wa al-‘Ulama Ilm A’lam

yang diterbitkan oleh Daru Yassin, Beirut. Adapun kitab yang dicetak

dengan bahasa Persia banyak terdapat di Qum.

20 Al-Kâfî, jil.1, hal.240; Al-Ghaybah, Nu’mani, hal.188; Taqrib al-

Ma’ârif, Halabi, hal.190.

21 Al-Kâfî, jil.1, hal.240; Al Ghaybah, Nu’mani, hal.110; Taqrib al-

Ma’ârif, Halabi, hal.190

22 Kamaluddin, hal.390; Itsbat al-Hudat, jil.3, hal.480.

23 Rujuk Tarikh Ghaybah Sughra, hal.640 dan setelahnya. Rujuk

pula Tarikh Ghaybah Kubra, hal.187. Sayid Muhammad Shadr

mendiskusikan dalam dua kitab ini mengenai masalah perjumpaan

dengan Imam as pada masa kegaiban panjang dan tidak adanya

pertentangan dengan pernyataan Imam Mahdi as pada tauqi’ beliau

kepada Syekh Samiri mengenai kebohongan orang yang mengklaim

perjumpaan pada masa kegaiban panjang. Pembahasan ini juga

dilakukan oleh Mirza Nuri dalam bab ke-7 dalam kitab An-Najm

ats-Tsaqib, Allamah Majlisi dalam Bihâr al-Anwâr dan ulama-ulama

lainnya. Mereka menyatakan dibenarkannya kemungkinan perjumpaan

dengan Imam as pada masa kegaiban panjang.

24 Al-Kâfî, jil.1, hal.337 dan 239; Al-Ghaybah, Nu’mani, hal.175.

25 Satu contoh riwayat yang disampaikan Syekh Shaduq dalam

kitab Kamaluddin, hal.444.

26 Al-Kâfî, jil.1, hal.337; Ghaybah, Nu’mani, hal.166-167; Kamaluddin,

jil.2, hal.342; Ghaybah, Thusi, hal.202.

27 Al-Mahasin, Barqi, hal.173; Al-Kâfî, jil.8, hal. 80; Kamaluddin,

hal. 664. Dalam sebuah hadis disebutkan sebuah pujian dari Imam

Muhammad Baqir as terhadap orang yang memerangi hawa nafsunya

untuk menghidupkan perintah Ahlulbait as.

28 Kamaluddin, hal.328; Bihâr al-Anwâr, jil.51, hal.136.

29 Kamaluddin, hal.330; Bihâr al-Anwâr, jil.52, hal.145.

30 Al Mahasin, Barqi, dan disebutkan juga dalam Bihâr al-Anwâr,

jil.52, hal.131.

/

278

Imam Mahdi

31 Kamaluddin, hal.357.

32 Kamaluddin, hal.320.

33 Kifâyat al-Atsar, hal.279; Kamaluddin, hal.378.

34 Al-Khishal, Syekh Shaduq, jil.2, hal.610; Kamaluddin, hal.645;

Tuhaf al-‘Uqûl, hal.106.

35 Kamaluddin, hal.644.

36 Al-Ghaybah, Nu’mani, hal.200; Itsbat al-Hudat, jil.3, hal.536.

37 Kamaluddin, hal.645.

38 Al Khishal, hal.625 diriwayatkan pula dalam Bihâr al-Anwâr,

jil.52, hal.123.

39 Al Mahasin, Barqi, jil.1, hal.278-279, hadis ke-153. Diriwayatkan

pula dalam Bihâr al-Anwâr, jil.52, hal.126, hadis ke-18.

40 Mikyal al-Makarim, jil.2, hal.152-153.

41 An-Najm ats-Tsaqib, jil.2, hal.44 dari terjemahan bahasa Arab.

42 Tarikh Ghaybah Kubra, hal.342.

43 Nahdhah wa Tsaura al- Mahdawiyah, Syahid Muthahhari, hal.61-

81 dari cetakan berbahasa Persia.

44 Kamaluddin, hal.319.

45 Shahife-Nur, hal.21.

46 Tarikh Ghaibah Kubra, hal.427.

47 Mikyal al-Makârim, jil.2, hal.158-159.

48 Tarikh Ghayibah Kubra, hal.341-342.

49 Tarikh Ghaybah Kubra, hal. 362-363.

50 Mikyal al-Makârim, jil.2, hal.157-162.



Teladan Abadi

/

279

TANDA-TANDA KEMUNCULAN

I M A M M A H D I A S

Perhatian Mengenai Tanda-tanda Kemunculan

MELALUI hadis-hadis kita mengetahui kewajibankewajiban

orang mukmin di masa kegaiban imam.

Hadis-hadis tersebut memerintahkan kita untuk menanti

kemunculan beliau dan mengharapkan agar hal itu segera

terjadi di setiap saat. Kewajiban pendidikan semacam

ini ditujukan agar orang-orang mukmin berupaya

mewujudkan persiapan-persiapan secara sempurna

dan berkesinambungan untuk menolong beliau saat

kemunculannya.

Selain sisi penting tersebut, hadis-hadis juga

menyebutkan sejumlah kejadian sebagai tanda kemunculan

beliau. Tanda tersebut memberi petunjuk pada orang-orang

mukmin untuk lebih memperdalam dan mempercepat

/

280

Imam Mahdi

persiapan mereka untuk membantu Imam Mahdi as dan

berperan aktif dalam merealisasikan tugas-tugas penting

beliau membentuk sebuah revolusi besar.

Penggabungan dari dua kelompok hadis tersebut

adalah bahwa perintah mengharapkan kemunculan di setiap

saat didasari oleh kemungkinan terjadinya kemunculan

Imam Mahdi di setiap saat jika Allah menghendaki. Dengan

demikian, mempercepat perwujudan tanda-tanda yang

disebutkan dalam kelompok hadis kedua atau menunda

sebagiannya juga merupakan hikmah Allah dalam

pengaturan terhadap hamba-Nya. Jika di antara mereka

mengetahui, maka mereka dibenarkan dalam persiapan

mereka untuk membantu Imam. Atau mungkin yang

dimaksud dengan mengharapkan kemunculan secepatnya

adalah mengharapkan terealisasinya tanda-tanda yang

disebutkan dalam hadis yang pasti terjadi. Terjadinya

tanda-tanda tersebut merupakan sebuah pengumuman

kemunculan Imam Mahdi as.1 Isyarat lainnya juga

menyebutkan tentang masalah ini yang terkandung dalam

hadis mengenai kewajiban penantian.

Dengan demikian, orang-orang mukmin mendapatkan

buah yang diharapkan dari perintah kewajiban mengharapkan

kemunculan Imam Mahdi—semoga Allah Swt mempercepat

kemunculannya—di setiap waktu. Begitu pula orangorang

mukmin mendapatkan hasil yang diharapkan dari

pengenalan mereka terhadap tanda-tanda kemunculan

Imam Mahdi as berupa menyegerakan persiapan-persiapan

mereka dan menegakkan kewajiban khusus terkait dengan

sebagian tanda-tanda yang disebutkan dalam hadis yang

juga menyebutkan kewajiban-kewajiban tertentu setelah

terwujudnya tanda-tanda tersebut.

Teladan Abadi

/

281

Tanda-tanda yang Pasti dan Tidak Pasti

Hadis-hadis menyebutkan dua bagian kelompok

dari tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi as. Kelompok

pertama adalah yang pasti terwujud. Kelompok kedua

adalah sesuatu yang belum pasti terjadi bahkan mungkin

tidak terjadi jika hikmah Allah menginginkan hal tersebut.

Begitu pula sebagian tanda-tanda tersebut sangat dekat

dengan kemunculan Imam Mahdi dan sebagian lainnya

terjadi jauh sebelum kemunculan beliau.

Simbol-Simbol dalam Hadis Mengenai Tanda-tanda

Kemunculan

Layaknya sebagai sebuah tanda, hadis-hadis yang

banyak membicarakan tanda-tanda kemunculan beliau

juga menggunakan simbol. Oleh sebab itu, perlu kiranya

kita mengetahui simbol-simbol tersebut secara mendalam

dan mempelajarinya secara terperinci. Begitu pula

hendaknya ada sebuah pengumpulan setiap hadis yang

menyebutkan masing-masing tanda dan mempelajarinya

agar terhindar dari rasa cukup sehingga dapat dihasilkan

objek sesungguhnya. Hal ini dilakukan guna menghindari

penerapan terhadap objek secara terburu-buru yang sangat

jauh dari tujuan yang diinginkan saat menyebutkan tandatanda

tersebut. Khususnya bahwa bahasa simbol secara

alamiah memungkinkan terjadinya penerapan setiap tanda

pada lebih dari satu objek. Hal ini juga bertentangan dengan

tujuan yang diinginkan ketika menyebutkan tanda-tanda

tersebut.

Hal yang juga perlu untuk diterangkan bahwa

sebagian dari hadis yang menyebutkan tentang tanda-tanda

kemunculan, juga menyatakan beberapa kewajiban bagi

orang mukmin—baik secara jelas maupun berupa isyarat

/

282

Imam Mahdi

terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, saat mempelajarinya

kita perlu berupaya mengenal kewajiban-kewajiban

tersebut agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan dari

menyebutkan tanda-tanda tersebut.

Manakala tanda-tanda kemunculan menyangkut

masalah-masalah kegaiban, maka hal itu sangat mungkin

terjadi banyak penyimpangan dan penyisipan. Karena itu,

dibutuhkan ketelitian dari sisi ini agar dapat membedakan

hadis yang sahih dan hadis yang palsu. Sisi lainnya yang

menjadikan masalah ini penting adalah adanya sejumlah

tanda yang disebutkan oleh sebagian hadis mursal atau

tidak bersanad, kemudian fakta sejarah membenarkan

hadis tersebut dan menjadi bukti kesahihan hadis-hadis

tersebut. Hal ini menetapkan bahwa hadis-hadis tersebut

berbicara mengenai sebuah peristiwa yang belum terjadi.

Hal ini tidak mungkin muncul kecuali dari sumber-sumber

wahyu Ilahi.

Tanda-tanda Kemunculan yang Paling Jelas

Pembahasan mengenai tanda-tanda kemunculan

Imam Mahdi as sangatlah panjang yang tidak mungkin

dapat dijelaskan secara utuh dalam buku yang ringkas ini.

Oleh karena itu, memperhatikan hal ini, kami mencukupkan

untuk menukil apa yang telah diringkas oleh Syekh Mufid

dari sejumlah hadis dan juga mengisyaratkan tanda-tanda

lainnya yang tidak disebutkan oleh beliau.

Syekh Mufid berkata, “Sejumlah hadis menyebutkan

tanda-tanda bagi masa kebangkitan Imam Mahdi as dan

peristiwa-peristiwa sebelum kebangkitan beliau. Adapun

tanda-tanda yang menunjukkan hal itu di antaranya

munculnya Sufyani, pembunuhan al-Hasani, perseteruan

Teladan Abadi

/

283

Bani Abbas dalam kerajaan, terjadinya gerhana matahari

pada pertengahan bulan Ramadhan, gerhana bulan di akhir

bulan tersebut yang berbeda secara alamiah, gerhana di

Baida, maghrib dan masyriq, turunnya matahari ketika

memasuki pertengahan waktu asar, terbitnya matahari

di arah barat, pembunuhan terhadap an-nafs az-zakiyah

(jiwa yang suci) di Kufah bersama tujuh puluh orang

saleh, terbunuhnya seorang laki-laki Hasyimi di antara

rukn dan maqam, penghancuran kota Kufah, kedatangan

bendera hitam dari arah Khurasan, munculnya al-Yamani,

kemunculan al-Maghribi di Mesir dan penguasaannya di

Syam, kehancuran Turki, kehancuran Romawi, munculnya

bintang di arah timur yang bersinar bagaikan sinar rembulan

kemudian bersambung seolah-olah kedua ujungnya

bertemu, awan merah muncul di langit dan menyebar ke

seluruh arah, api yang sangat panjang nampak di arah

timur dan akan tetap nampak selama tiga hari atau tujuh

hari, orang-orang Arab meninggalkan pelindung mereka,

negeri-negeri mereka dikuasai dan terusir oleh penguasa

Ajam (non-Arab), penduduk Mesir membunuh pemimpin

mereka, perusakan di Syam, terjadinya peperangan

antartiga bendera, masuknya bendera Qais dan Arab ke

Mesir dan bendera-bendera pendurhaka ke Khurasan,

masuknya kuda dari arah barat seakan-akan berhubungan

dengan Gua Hira, munculnya bendera hitam dari arah

timur menuju Hira, banjir bandang dari sungai Furat

seakan-akan air menggenangi kota Kufah, munculnya enam

puluh orang pembohong yang mengaku nabi, munculnya

dua belas orang dari keluarga Abi Thalib yang seluruhnya

mengikrarkan imamah mereka, dibakarnya seorang lakilaki

dari pengikut Bani Abbas antara Jalwa dan Khanikin,

perjanjian sepihak yang merugikan Madinat as-Salam,

/

284

Imam Mahdi

angin hitam bertiup kencang di tempat tersebut di awal

siang, gempa yang menelan banyak korban, ketakutan yang

menyelimuti penduduk Irak, kematian yang mengerikan

di dalamnya, kehilangan jiwa, harta, dan hasil pertanian,

munculnya belalang di peralatan memasak mereka dan di

tempat-tempat lainnya sehingga menyerang tanaman dan

pertanian, berkurangnya hasil pertanian, perseteruan dua

golongan dari Ajam dan pertumpahan darah yang terjadi

di antara mereka, seorang hamba keluar dari ketaatan

terhadap tuannya dan berupaya membunuh mereka,

petaka bagi kaum dari ahli bid’ah sehingga mereka berubah

menjadi kera dan babi, kemenangan para budak atas

negara-negara adidaya, seruan dari langit sampai-sampai

seluruh penduduk bumi mendengarnya dan setiap bahasa

memahaminya, munculnya wajah dan dada di langit bagi

manusia di tengah-tengah matahari, orang-orang mati

bangkit dari kubur sehingga mereka kembali ke dunia dan

saling mengenal dan saling berdampingan.

“Kemudian, hal itu ditutup dengan 24 kali hujan yang

berkesinambungan yang membuka bumi dari kematiannya,

memunculkan keberkahannya, dan setelah itu setiap

kelompok dari orang-orang yang meyakini kebenaran dari

Syi’ah Mahdi akan tetap. Pada saat itu, mereka mengetahui

kemunculan Imam di Mekkah dan segera menuju ke

Mekkah untuk membantunya sebagaimana yang disebutkan

dalam hadis-hadis.

“Di antara hadis-hadis tersebut, ada yang pasti dan

sebagian lainnya bersyarat. Wallâhu a`lam apa yang akan

terjadi. Adapun yang kami sebutkan berdasarkan sesuatu

yang ditetapkan dalam ushul yang dimuat dalam hadis. Dan

pada Allah Swt, kami memohon pertolongan dan memohon

taufik dari-Nya.” 3

Teladan Abadi

/

285

Hilangnya Sebab-sebab Kegaiban

Selain tanda-tanda tersebut yang telah dinaskan

dalam hadis-hadis, terdapat pula tanda-tanda penting

lainnya untuk kemunculan Imam Mahdi as—semoga Allah

mempercepat kemunculannya—yaitu berupa hilangnya

sebab-sebab yang mengharuskan terjadinya kegaiban dan

munculnya kondisi yang diharapkan untuk menegakkan

tanggung jawab beliau yang besar untuk membentuk

revolusi besar dunia. Di antara tanda tersebut adalah:

1. Sempurnanya proses persiapan pada orang-orang

mukmin dan terpenuhinya sejumlah penolong yang

dibutuhkan yang setia sesuai dengan tingkatan

mereka sebagaimana telah kami isyaratkan ketika

membicarakan tentang sebab-sebab kegaiban. Yaitu

tingkatan tertinggi dari para penolong yang menghiasi

dirinya dengan kelayakan-kelayakan yang dibutuhkan

untuk membantu beliau mendirikan pemerintahan Islam

yang adil dan mendunia, mengatur urusan dunia, dan

sebelum itu mengatur gerakan penentangan terhadap

kekafiran, kesyirikan, dan penyembahan terhadap

pemerintah thaghut, serta membumihanguskan

mereka secara menyeluruh.

Mungkin orang-orang yang mencapai tingkatan

tersebut adalah orang-orang yang disebutkan dalam

hadis bahwa jumlah mereka mencapai 313 orang

sebagaimana jumlah pejuang Badar. Hadis-hadis juga

menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang

yang memiliki sifat-sifat mulia dari tingkat keimanan,

mengenal Allah Swt dengan sebenar-benarnya. Bahkan,

dari penghambaan yang mereka lakukan begitu besar

dan keikhlasan yang mereka miliki, mereka disebut

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน