Teladan Abadi

Teladan Abadi

Teladan Abadi

engkau tidak keluar (berperang)?” Imam menjawab,

َنَا 7 للهِ مَا __ َ - ِ ْ W نَيْكَ لِلنَّوَكىِ، S ُُ_ . تَفَرُّ َ = َخَذْ َ _ ! قَدْ n للهِ بْنِ عَطَا _ يَا عَبْدَ

مَنْ عُمِيَ عَلىَ __ ُنْظُرُ ْ _ : ` : قُلْتُ لَهُ: فَمَنْ صَاحِبُنَا؟ قَا َ ` بِصَاحِبِكُمْ، قَا َ

ِلَيْهِ بِالأَصْبَحِ W _ َحَدٌ يُشَاُ _ ِنَّهُ لَيْسَ مِنَّا W صَاحِبُكُمْ: cَ _ تُهُ؛ فَذَ . لاََ _ ِ a لنَّا ِ _

َنْفِهِ. 7 غْمَ _ َ _ َْ 7 غَيْظًا = ِلاَّ مَا َ W يَمْضَعُ بِالأَلْسُنِ _َ

“Wahai Abdullah bin Atha, sungguh engkau

telah melebarkan kedua telingamu bagi nawaqi

(kekalahan). Ya, namun aku bukan shahib (pemilik)

kalian.” Aku bertanya pada Imam, “Lalu siapa

shahib kami?” Imam menjawab, “Perhatikanlah

siapa yang kelahirannya tersembunyi dari

manusia, maka dialah shahib kalian. Tidak ada

seorang pun dari kami yang ditunjuk dengan jari

dan disebut dengan lidah kecuali meninggal dalam

kesulitan atau terbunuh.”4

3) Di antara hadis-hadis tersebut adalah hadis yang

diriwayatkan dari Hasan bin Mahbub bin Ibrahim

Kurkhi, dia berkata, “Aku berkata pada Abu Abdillah

as atau seseorang berkata kepadanya, ‘Semoga Allah

memberikan kemaslahatan kepadamu. Tidakkah aku

saat ini kuat dalam agama Allah?’ Imam menjawab,

‘Benar.’ Dia berkata, ‘Lalu mengapa muncul suatu

kaum dan mengapa mereka tidak mencegah dan

menghentikan mereka?’ Imam menjawab, ‘Satu ayat

Al-Quran yang mencegah hal itu.’ Aku berkata, ‘Ayat

yang mana?’ Imam menjawab, ‘Firman Allah Swt,

َلِيْمًا _ بًا _ مِنْهُمْ عَذَ __ لَّذِيْنَ كَفَرُ ْ _ لَعَذَّبْنَا _ لَوْ تَزِيْلُوْ

‘Andaikan kalian menghapus, maka Kami akan

azab orang-orang kafir di antara mereka dengan

/

226

Imam Mahdi

azab yang pedih.’

مُنَافِقِيْنَ، _ كَافِرِيْنَ َ 4 قَوٍْ { َصْلاَ ِ _ . ِ ? ئِعُ مُؤْمِنُوْ َ _.َ_ جَلَّ َ _ للهِ عَزَّ َ ? َنَّهُ كَا َ 7

ئِعُ _. ْلوََ _ ئِعُ، فَلَمَّا خَرَجَتْ _.َ_ لْوَ _ تَخْرُ ُ P حَ َّ n ْلآبَاَ _ فَلَمْ يَكُنْ عَلَيَّ لِيُقْتِلَ

_ َبَدً 7 لْبَيْتِ لَنْ يَظْهَرُ _ َهْلُ 7 كَذَلِكَ قَائِمُنَا _ مَنْ ظَهَرَ فَقَاتَلَهُ، َ 6 ظَهَرَ عَلأ َ

ظَهَرَ عَلىَ مَنْ ظَهَرَ فَقَاتِلَهُ. _S جَلَّ فَإَِ _ للهِ عَزَّ َ _ ئِعُ _.َ_ تَظْهَرُ َ P حَ َّ

Sesungguhnya Allah Swt meletakkan benih-benih

orang mukmin pada tulang rusuk orang-orang

kafir dan orang-orang munafik. Maka aku tidak

dibenarkan untuk membunuh ayah-ayah mereka

hingga muncul benih-benih itu. Manakala benihbenih

itu telah muncul dan segala sesuatunya telah

nampak, saat itu berperang. Begitu pula al-Qaim

dari Ahlulbait tidak akan muncul kecuali titipantitipan

Allah muncul. Saat segala sesuatunya telah

nampak, saat itulah dia akan berperang.’”5

4) Diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as, beliau

berkata,

، ثُمَّ _ تَحََّصُوْ _ َ __ تَمَيَّزُ ْ P َعْنَاقُكُمْ حَ َّ 7 ِلَيْهِ W ?َ _ تَمُدُّ ْ - لَّذِ _ ? للهِ لاَ يَكَوْ ُ __َ

? َ ْ 7 حَسِبْتُمْ 4 َْ7 ، _ ْلأَنْذَْ _ ِلاَّ W لاَ يَبْقَى مِنْكُمْ _ شَيْئٌ َ @ يَذْهَبُ مِنْ كُلِّ عَثْرٍَ

لصَّابِرِيْنَ. _ يَعْلَمَ _ مِنْكُمْ َ __ لَّذِيْنَ جَاهَدُ ْ _ للهُ _ لَمَّا يَعْلَمِ _ لْجَنَّةَ َ _ _ تَدْخُلُوْ

“Demi Allah, tidak akan membantu leher kalian

sehingga kalian diseleksi dan dipilih. Kemudian,

sesuatu lenyap dari setiap kejatuhan. Tidak

akan tersisa dari kalian kecuali peringatan.”

Kemudian Imam membacakan ayat ini. “Apakah

kalian mengira kalian semua akan masuk surga

sementara Allah mengetahui orang-orang yang

berjuang di antara kalian dan mengetahui orang/

227

Teladan Abadi

orang yang sabar.”6

5) Diriwayatkan dari Imam Muhammad Baqir as, beliau

berkata,

قَبْلَنَا، لِئَلاَّ _ ِلاَّ مَلَكُوْ W لَةً _ْ . َهْلُ بَيْتٍ لَهُمْ َ 7 لَمْ يَبْقَ _ ، َ `ِ _ لدَُّ _ خِرُ X لَتُنَا _ْ .َ

للهِ _ ` هُوَ قَوْ ُ _ ، َ n هَؤُلاَِ @ مَلِكْنَا سِرْنَا مِثْلَ سِيْرَِ _S َِW سِيْرَتَنَا __ َْ 7_ َ _S َِW _ يَقُوْلُوْ

لْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ) __ جَلَّ: (َ _ عَزَّ َ

“Pemerintahan kami adalah pemerintahan terakhir.

Ahlulbait tidak akan tersisa bagi mereka satu

pemerintahan kecuali akan dipegang oleh kami

sehingga mereka tidak mengatakan, ‘Jika mereka

melihat kehidupan kami, jika kami berkuasa kami

berperilaku seperti sejarah mereka,’ dan itu adalah

firman Allah Swt, ‘Sesungguhnya balasan adalah

bagi orang-orang yang bertakwa.’”7

6) Diriwayatkan dari Imam Ali Ridha as, beliau berkata—

jawaban atas pertanyaan mengenai sebab kegaiban--,

بِالسَّيْفِ 4 قَاَ _S َِW عُنُقِهِ بَيْعَةٌ . ِ ? لِئَلاَّ يَكُوْ ÙŽ “Agar tidak terjadi pada dirinya

sebuah baiat saat ia mengangkat pedang.”8

Makna seperti ini banyak diriwayatkan dari para imam

dengan berbagai kalimat. Di antaranya diriwayatkan

dari Imam Mahdi as, beliau berkata dalam tauqi’

(pernyataan)-nya ketika menjawab pertanyaan Ishaq

bin Yakub,

_ مَنُو _n لَّذِينَ َ _ َيُّهَا 7 : (يَا ` جَلَّ يَقُوْ ُ _ للهَ عَزَّ َ _ ? لْغِيْبَةِ، فَإِ َّ _ قَعَ مِنَ _ َمَّا عِلَّةُ مَا َ 7_َ

بآئِي X َحَدٌ مِنْ 7 ِنَّهُ لَمْ يَكُنْ W تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ) ? ِ ْ W n َشْيَاَ 7 عَنْ _ لَا تَسْأَلُو

لاَ بَيْعَةَ لأَحَدٍ _ َ َخْرُ ُ 7 ِنِّي W_ مَانِهِ، َ O قَعَتْ فِى عُنُقِهِ بَيْعَةٌ لِطَاغِيَةِ َ _ قَدْ َ _ ِلاَّ َ W

عُنُقِي _ غِيْتِ ِ _ لطَّوَ _ مِنَ

“Adapun sebab terjadinya kegaiban sesungguhnya

/

228

Imam Mahdi

Allah Swt berfirman, ‘Wahai orang-orang yang

beriman janganlah kalian menanyakan sesuatu

yang jika dibuka bagi kalian hal itu akan

memburukan kalian.’ (QS. al-Maidah:101)

Sesungguhnya tidak terjadi pada seorang pun

dari ayah-ayahku kecuali leher mereka digantung

dengan baiat terhadap pemimpin zalim di

masanya. Dan aku muncul, saat aku muncul,

tidak ada baiat di leherku pada seorang pun dari

penguasa yang zalim.”9

7) Imam Mahdi—semoga Allah mempercepat

kemunculannya—menyatakan dalam risalah

pertamanya kepada Syekh Mufid,

لظَّالِمِيْنَ حَسْبَ _ لنَّائِي عَنْ مَسَاكِنِ _ يْنَ بِمَكَانِنَا _ كُنَّا ثَاِ ? ِ ْ W _ نَحْنُ، َ

لِكَ، مَا S َِ _ لْمُؤْمِنِيْنَ _ لِشِيْعَتِنَا _ َ w لصَّلاَ ِ _ لَنَا مِنَ u للهُ تَعَا َ _ نَا __ ََ7 - لَّذِ _

لدُّنْيَا لِلفَاسِقِيْنَ _ لَةُ _ْ . مَتْ َ _.َ

“Jika kami bertempat tinggal di kediaman kami

yang jauh dari kediaman orang-orang zalim

sesuai dengan petunjuk Allah kepada kami adalah

satu kemaslahatan bagi kami dan bagi syi’ahsyi’ah

kami yang beriman tentang hal itu, selama

pemerintahan dunia berada di tangan orangorang

yang fasik.”10

8) Imam Mahdi as dalam risalah kedua beliau pada Syekh

Mufid berkata,

n لْوَفَاِ _ . ِ { ْلقُلُوْ ِ _ مِنَ ~ ِجْتِمَا ٍ _ للهُ لِطَاعَتِهِ-عَلىَ _ فَقَهُمُ _ َشْيَاعَنَا- َ 7 ? ََّ 7 لَوْ _َ

@ُ. لسَّعَاَ _ لَتَعْجَلَتْ لَهُمْ _ ليَمِنَ بِلِقَائِنَا، َ _ بِالْعَهْدِ عَلَيْهِمْ، لَمَا تَأَخَّرَ عَنْهُمْ

ِلاَّ W صِدْقِهَا مِنْهُمْ بِنَا فَمَا يَحْبِسُنَا عَنْهُمْ _ لْمَعْرِفَةِ َ _ بِمُشَاهَدَتِنَا عَلىَ حَقِّ

/

229

Teladan Abadi

مِنْهُمْ... t لاَ نُؤَثِّرُُ _ مَا يُفَصِّلُ بِنَا مِمَّ نَكَرَهُهُ َ

“Andaikan syi’ah-syi’ah kami—semoga Allah

memperkenankan mereka dalam ketaatan-

Nya—bersatu dari hati untuk melaksanakan janji

mereka, maka janji untuk bertemu dengan kami

tidak akan lama. Mereka akan segera mendapatkan

kebahagiaan dengan menyaksikan kami dengan

sebenar-benarnya keyakinan. Penyaksian itu akan

membenarkan mereka terhadap kami dan kami

pun tidak akan menutup diri dari mereka, kecuali

tidak akan bersambung pada kami sesuatu yang

tidak kami sukai dan tidak pula sesuatu yang

mempengaruhi mereka….”11

Inilah beberapa contoh hadis-hadis yang diriwayatkan

dari para imam mengenai sebab kegaiban. Adapun

sebab-sebab yang disebutkan dalam hadis-hadis tersebut

banyak terjadi pengulangan. Oleh karena itu, kami akan

menyebutkan sebab-sebab tersebut dalam delapan poin

berikut.

1. Pengumpulan Pengalaman Umat-Umat Terdahulu

Hikmah Allah Swt dalam mengatur ciptaan-Nya

menuntut kegaiban Imam Mahdi as sebagaimana

hikmah Allah Swt yang menyebabkan kegaiban para

nabi pada masa-masa terdahulu. Karena, segala sesuatu

yang terjadi pada umat-umat terdahulu, terkumpul dan

terjadi pada umat Islam, terjadi pada pemilik syariat

yang terakhir. Untuk merealisasikan tujuan-tujuan dan

misi-misi langit, mengharuskan terjadinya kegaiban

pada sebagian para nabi disebabkan ketidaksiapan

umat menerima misi-misi tersebut. Begitu pula hal ini

terjadi pada umat Islam. Untuk merealisasikan tujuan/

230

Imam Mahdi

tujuan langit dan syariat Islam yang terakhir, terjadi

pula kegaiban pada washi terakhir, yaitu Imam Mahdi

as sehingga umat manusia siap secara sempurna, demi

menegakkan tujuan-tujuan tersebut. Jelaslah, alasan

ini sangatlah bersifat umum. Bahkan membentuk satu

kerangka tersendiri di antara sebab-sebab kegaiban

yang disebutkan dalam berbagai hadis-hadis yang

sahih.

Yang perlu diperhatikan dari kelompok hadis seperti ini

adalah kegaiban yang terjadi merupakan satu rahasia di

antara rahasia-rahasia Allah Swt. Rahasia tersebut tidak

akan terungkap dengan jelas kecuali setelah kemunculan

dan kehadiran Imam Mahdi as mengingat rahasia tersebut

tidak dapat mereka ungkapkan kecuali setelah peristiwa

kemunculan terjadi. Riwayat-riwayat yang menyebutkan

tentang sebab-sebab kegaiban, tidak menyebutkan hal itu

secara keseluruhan, tetapi memerikan sebagiannya saja.

Adapun sebab-sebab lainnya tidak disebutkan karena

tidak menjadi kemaslahatan untuk mengungkapnya

sebelum kemunculan beliau Imam Mahdi as—semoga

Allah mempercepat kemunculannya—setidaknya

bagi umat secara keseluruhan. Kendatipun demikian,

keimanan terhadap kegaiban merupakan cabang dari

keimanan terhadap hikmah Allah Swt. Sesungguhnya

Allah Mahabijaksana yang tidak mungkin melakukan

sesuatu yang tidak memiliki tujuan demi kebaikan

hamba-hamba-Nya.

2. Faktor Keamanan

Kekhawatiran terjadinya pembunuhan terhadap para

nabi terdahulu seperti Nabi Musa as, Nabi Isa as, dan

lain-lainnya, mengharuskan terjadinya kegaiban pada

mereka. Hal ini juga sangat jelas terjadi pada Imam

/

231

Teladan Abadi

Mahdi as. Penguasa zalim pada saat itu, yaitu dinasti Bani

Abbas, berusaha semaksimal mungkin membunuh beliau

sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya.

Alasan ini menjadi pemicu utama terjadinya kegaiban,

paling tidak pada masa kegaiban pendek.

Teranglah, tujuan kegaiban dalam hal ini adalah

menjaga keberadaan Imam, mengingat dirinya adalah

hujjah Allah pada mahluk-Nya dan agar bumi tidak

kosong dari seseorang yang menegakkan agama Allah,

memberi petunjuk pada manusia atas perintah-Nya.

Lalu, apakah sebab pengkhususan kegaiban pada imam

ke-12, jika untuk penjagaan pada dirinya karena dia

sebagai hujjah Allah, sementara ayah-ayah beliau pun

adalah hujjah Allah terhadap makhluk-Nya? Mereka

pun menghadapi tekanan-tekanan dan penindasan.

Tidak ada satu pun di antara mereka yang meninggal

kecuali dengan pedang atau racun?12

Jawaban atas pertanyaan tersebut, sangatlah jelas. Imam

Mahdi as—semoga Allah mempercepat kemunculannya—

adalah imam maksum terakhir. Beliau bertanggung

jawab untuk mendirikan pemerintahan Islam yang

mendunia. Melalui dialah, Allah Swt mewujudkan janjijanji-

Nya, yaitu menjayakan Islam di atas agama-agama

lainnya, mewariskan bumi pada orang-orang yang saleh.

Dengan demikian, jelaslah Allah Swt harus menjaga

Imam sehingga tujuan-tujuan tersebut tercapai. Selain

daripada itu, penguasa Bani Abbas berniat membunuhnya

ketika masih bayi karena mereka mengetahui tugas-tugas

penting yang akan diemban oleh bayi tersebut berupa

perbaikan yang mendunia.

Adapun pada tahap kegaiban panjang, sebab ini masih

berpengaruh selama belum terpenuhinya faktor-faktor

/

232

Imam Mahdi

yang dibutuhkan untuk menunaikan tugas-tugas

tersebut. Seperti contoh, adanya para pendukung

dan lain-lainnya. Beliau akan tetap menjadi target

upaya pembunuhan para pemimpin zalim sebelum

beliau melaksanakan tugas-tugas penting tersebut,

sebagaimana yang terjadi pada ayah-ayah beliau.

Masalah ini sangatlah jelas, seperti yang diungkapkan

oleh Imam Muhammad Baqir as kepada Abdullah bin

Atha, dalam hadis kedua dari pembahasan yang lalu.

3. Kesempatan untuk Mencapai Kebenaran bagi Seluruh

Umat dengan Munculnya “Titipan-Titipan” Allah

Sesungguhnya, munculnya titipan-titipan Allah berupa

benih-benih orang mukmin yang tersimpan dalam tulang

rusuk orang-orang kafir merupakan faktor lainnya.

Mungkin yang dimaksudkan dengan hal tersebut

adalah pemberian kesempatan kepada seluruh manusia

untuk dapat mencapai kebenaran. Dengan demikian,

tampak jelas kebenaran ajaran Islam yang dibawa

oleh Imam Mahdi as. Pada gilirannya, terbentuklah

pribadi-pribadi yang sebelumnya terjerumus dalam

keyakinan-keyakinan yang sesat dan penyimpanganpenyimpangan

berpaling menuju tujuan-tujuan Imam

Mahdi as dan berbaris dalam barisan-barisan para

pendukung Imam Mahdi al-Muntazhar—semoga Allah

mempercepat kemunculannya.

Jelaslah, faktor inilah yang menyebabkan tertundanya

kemunculannya secara langsung. Kemudian faktor

ini juga dapat ditasirkan secara tidak langsung—

kegaibannya sampai terpenuhinya faktor-faktor

pendukung yang dibutuhkan untuk kemunculannya—

bahwa kemunculannya dibarengi dengan kemunculan

yang mendadak berupa azab-azab yang sangat

/

233

Teladan Abadi

pedih pada orang-orang yang menyimpang ketika

melaksanakan tugas-tugasnya.

4. Pengukuhan Persiapan bagi Generasi Kemunculan

Beliau

Sesungguhnya pembeda dan upaya pengukuhan

kesiapan orang-orang mukmin untuk kemunculan

beliau terealisasi dengan menghadapi kesulitan

yang mengharuskan kegaiban beliau. Teranglah,

keimanan atas keberadaannya dan keyakinan mengenai

kegaibannyapada dasarnya juga merupakan faktor

penting dalam menguatkan keimanan. Pasalnya, hal ini

merupakan gambaran tingkatan pencapaian spiritual

dari tingkatan-tingkatan pembebasan dari hal-hal yang

bersifat materi saja. Karena itu, keimanan terhadap hal

yang gaib merupakan salah satu sifat pertama orang

bertakwa sebagaimana yang disebutkan dalam ayatayat

pertama Surah al- Baqarah. Hadis-hadis juga

menerapkan sifat ini dengan keimanan terhadap Imam

Mahdi—semoga Allah mempercepat kehadirannya—

pada masa kegaibannya sehubungan beliau adalah

objek terjelas dari kegaiban tesebut. Terlebih jika kita

memperhatikan lamanya masa kegaiban tersebut.13

Karena itu, dapat kita perhatikan dalam hadis-hadis,

banyak yang menyebutkan pujian-pujian bagi orang

mukmin yang hidup pada masa kegaiban yang tetap

berpegang teguh pada syariat Islam dan meyakini Imam

Mahdi as, meskipun ada keraguan dalam keyakinan

yang muncul disebabkan ketidakhadiran beliau yang

dapat disaksikan secara langsung.14

Berdasarkan alasan ini, kita dapat memahami

bahwa kegaiban merupakan faktor persiapan bagi

para pendukung Imam Mahdi as, yaitu dengan cara

/

234

Imam Mahdi

kokohnya keimanan mereka terhadap kegaiban yang

mengandung pembebasan dari kerendahan-kerendahan

materi. Selain itu, persiapan kelayakan mereka untuk

menolong Imam Mahdi dalam mewujudkan tugas

penting beliau berupa kemaslahatan yang sangat besar

dan mendunia.

5. Kejelasan Mengenai Kelemahan Aliran-Aliran Lain

Kenyataan mengenai kelemahan aliran atau agama lain

untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesempurnaan

sebuah masyarakat, memiliki keselarasan dalam

masyarakat secara umum untuk berperan positif

sesuai dengan tugas-tugas penting Imam Mahdi

as untuk mencapai kemaslahatan yang besar.

Dengan demikian, hal itu dapat menghilangkan

keterbelakangan dari keikutsertaan yang diinginkan

untuk merealisasikan tujuan-tujuan ketuhanan

khususnya yang menyangkut pelenyapan sloganslogan

penganut paham materialisme atau agamaagama

yang memiliki pondasi dasar langit namun telah

mengalami perubahan dengan berlalunya masa.

6. Menjaga Semangat Penentangan terhadap Kezaliman

Sesungguhnya Imam Mahdi—semoga Allah mempercepat

kemunculannya—adalah figur yang memenuhi dunia

dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi

dengan kezaliman dan kejahatan. Dialah yang akan

meruntuhkan pemerintah yang zalim, penguasa

diktator, dengan pedang beliau setelah sempurnanya

hujjah terhadap orang-orang yang menyimpang selama

masa kegaiban panjang dan setelahnya sebagaimana

telah kami jelaskan pada poin sebelumnya.

Dengan demikian, kemunculan beliau dibarengi dengan

/

235

Teladan Abadi

pergerakan perjuangan total yang tidak mengenal

kompromi terhadap orang-orang yang menyimpang.

Sifat ini pula yang dituntut untuk dimiliki pengikut

beliau. Mungkin inilah yang dimaksud dan makna yang

diinginkan dalam ungkapan hadis فِى عُنُقِهِ بَيعَْةٌ لِطَّاغِيَةِ ? لِئَلَّا يَكُو َ

“Sehingga tidak ada di lehernya satu baiat pun pada

penguasa yang zalim.”

Jelaslah, peran totalitas beliau dan para pengikutnya

menyebabkan tekanan-tekanan para penguasa zalim

akan semakin besar jika keberadaan beliau nampak

sebelum reformasi kebaikan ini berlangsung dan

sebelum terpenuhinya kondisi yang diinginkan bagi

sebuah pergerakan atau jumlah pendukung yang

dibutuhkan. Karena itu, dalam kondisi seperti ini, beliau

tidak memiliki pilihan kecuali memusnahkan kezaliman

dan membekukan setiap gerakan kepadanya meskipun

tidak total sebagaimana kondisi ayah-ayah beliau. Pada

kondisi seperti ini banyak sekali bahaya yang muncul

seperti pelemahan terhadap semangat menentang

kezaliman di kalangan orang-orang mukmin. Mereka

melihat bahwa imam mereka yang bertanggung jawab

untuk melenyapkan kezaliman secara menyeluruh

ternyata diam di hadapan kezaliman. Terlebih-lebih

sikap negatif seperti ini tidak menghentikan tipu daya

penguasa zalim dan upaya mereka yang terus berlanjut

untuk membunuh beliau agar terbebas dari peran imam

dalam membalas keburukan yang mereka lakukan.

Ataupun Imam melakukan gerakan untuk mewujudkan

tugas-tugas pentingnya sebelum terpenuhi faktorfaktor

penting yang harus dimiliki demi keberhasilan.

Hal ini berdampak pada terjadinya pembunuhan

terhadapnya sebelum terealisasinya satu pun tugas

/

236

Imam Mahdi

pentingnya dalam mewujudkan kemaslahatan dunia.

Karena itu, kehadiran atau kemunculan Imam Mahdi

harus dihindari sebelum sempurnanya kondisi yang

dibutuhkan untuk sebuah gerakan reformasi kebaikan

terbesar. Dengan metode penyembunyian ini, beliau

memungkinkan untuk tetap membangun semangat

mempersiapkan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk

mencapai keberhasilan merealisasikan tugas-tugas

beliau ketika muncul.

7. Kemaslahatan Dirinya dan Orang-Orang Mukmin

dengan Sebab Kegaiban

Sesungguhnya dalam kegaiban terdapat kemaslahatan

bagi diri Imam Mahdi as dan juga bagi orang-orang

mukmin. Sebab umum seperti ini menjelaskan salah

satu hikmah Allah mengenai kegaiban, yaitu adanya

kemaslahatan dalam kegaiban berkenaan dengan

masalah imamah. Mungkin juga bermakna bahwa

kegaiban adalah metode terbaik yang memungkinkan

al-Mahdi as menegakkan tanggung jawab beliau

sebagai seorang imam ketika dihadapkan dengan

kondisi yang menentang terealisasinya tujuan-tujuan

besar revolusi Imam Mahdi as seperti yang kami

jelaskan sebelumnya.

Sesungguhnya dalam kegaiban juga terdapat

kemaslahatan bagi orang-orang mukmin dan para

pengikutnya. Mungkin pernyataan tersebut bermakna

membuka peluang penyempurnaan dan persiapan di

barisan mereka sekaligus pembenahan pada generasigenerasi

selanjutnya sehingga menjadi generasi

yang kuat secara kualitas maupun kuantitas dalam

menyambut revolusi besar Imam Mahdi as. Atau

mungkin yang dimaksud dengan kemaslahatan bagi

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน