Imam Mahdi

Imam Mahdi

mam Mahdi

maka sesungguhnya kami adalah manusia yang lebih

layak terhadap Adam. Siapa yang membandingkan

kami dengan Nuh, maka sesungguhnya kami adalah

manusia yang lebih layak terhadap Nuh. Siapa

yang membandingkan kami dengan Ibrahim, maka

sesungguhnya kami adalah manusia yang lebih layak

terhadap Ibrahim. Siapa yang membandingkan kami

dengan Muhammad, maka sesungguhnya kami adalah

manusia yang lebih layak terhadap Muhammad. Siapa

yang membandingkan kami dengan para nabi, maka

sesungguhnya kami adalah manusia yang lebih layak

terhadap para nabi. Siapa yang membandingkan

kami dengan kitab Allah, maka sesungguhnya kami

adalah manusia yang lebih layak terhadap kitab

Allah. Aku bersaksi (kami bersaksi) dan orang-orang

Muslim pada hari ini menjadi saksi bahwa kami telah

dizalimi, dibuang, kami dibenci, kami diusir dari

rumah kami, kami dibatasi dari harta-harta kami,

dan kami dikekang. Ketahuilah bahwa aku memohon

pertolongan Allah pada hari ini untuk menolong orangorang

Muslim.’”17

Dalam sebuah riwayat yang dinukil dari Na’im bin

Hammad yang termasuk perawi utama menurut Bukhari,

meriwayatkan juga dengan sanadnya dari Imam Muhammad

Baqir as tentang khotbah kedua beliau di tempat yang sama

namun setelah menunaikan shalat Isya. Dia meriwayatkan

dari Imam Muhammad Baqir, beliau berkata,

، ` لنَّا ُ _ َيُّهَا ( للهُ _ كِّرُكُمُ S َُ( : _ بِأَعْلىَ صَوْتِهِ يَقُوْ ُ 6" نَاَ _ لْعِشَاِ _ صَلىَّ _S فَإَِ

_ َنْزَ َ __ َ _ ْلأَنْبِيَاَ _ بَعَثَ _ لْحُجَّةَ َ _ تَّخَذَ _ بِّكُمْ، فَقَدِ _ َ 8 مَقَامِكُمْ بَيْنَ يَدَ َّ _َ

طَاعَةِ _ عَلىَ طَاعَتِهِ َ _ تُحَافِظُوْ َْ (_ بِهِ شَيْئًا َ _ لاَ تُشْرِكُوْ َْ ( َمَرَكُمُ __ ، َ m لْكِتَا َ _

Teladan Abadi

/

299

نًا _ َعْوَ ( _ تَكُوْنُوْ _ ، َ M َمَا َ ( مَا _ تُمِيْتُوْ _ ، َ َ f لْقُرْ _ ُحِيَ ( مَا _ تُحِبُّوْ َ ْ (_ سُوْلِهِ، َ _َ

لَهَا، __َrَ_ هَا َ s نَا فِنَاَ " لدُّنْيَا قَدْ َ _ ، فَإِ َّ 6 لتَّقْوَ _ عَلىَ __ًrْ_َ_ ، َ 6 لْهُد َ _ عَلىَ

لْعَمَل بِكِتَابِهِ، __ سُوْلِهِ، َ _ ََ a ِ__ للهِ، َ _ a ِ َ _ كُمْ _ عُوْ " َْ( t ، فَإِ ِّ uِ _" نْتُ بِالْوََ Sِf_َ

سُنَّتِهِ... _ ِحْيَاِ )_ لْبَاطِلِ، َ _ ِمَاتَةِ )_َ

“…setelah beliau menunaikan shalat Isya,

beliau menyeru dengan suara yang lantang dan

berkata, ‘Aku memperingatkan kalian wahai manusia

dan mengingatkan kedudukan kalian di sisi Tuhan

kalian. Sungguh Allah telah menurunkan hujjah-

Nya, mengutus para nabi, dan menurunkan kitabkitab

suci. Allah memerintahkan kalian untuk tidak

menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, menjaga

ketaatan kepada-Nya dan ketaatan kepada Rasul-Nya,

menghidupkan sesuatu yang dihidupkan oleh al-

Quran dan mematikan apa yang dimatikan al-Quran,

memerintahkan kalian untuk menjadi para penolong

atas petunjuk, menjaga ketakwaan. Sesungguhnya

dunia adalah rendah, hina, dan akan sirna serta

diizinkan dengan perpisahan. Sungguh aku menyeru

kalian menuju pada Allah, pada Rasul-Nya, beramal

sesuai dengan kitab-Nya, memadamkan kebatilan,

dan menghidupkan sunnah-sunnahnya….’”18

Diam Sejenak Ketika Khotbah Pengumuman Revolusi

Dalam khotbah pertama dapat diperhatikan akan

adanya penekanan terhadap objek pembicaraan beliau,

yaitu para pemeluk seluruh agama langit mengenai revolusi

beliau yang mendunia dan agamis. Beliau menggambarkan

jalan para nabi seluruhnya dan menyeru pada tujuantujuan

yang tinggi yang diserukan oleh seluruh nabi. Ini

/

300

Imam Mahdi

hal pertama yang ditekankan.

Hal kedua yang beliau tekankan adalah bahwa beliau

merupakan cerminan dari ajaran tsaqalain, beliau adalah

cerminan Ahlulbait, pusaka kedua yang tidak pernah

berpisah dari pusaka pertama, al-Quran. Oleh karena itu,

mereka adalah manusia yang paling layak terhadap kitab

Allah, paling mengetahui atas segala sesuatu yang ada

di dalamnya, dan merupakan tali hidayah bagi manusia

menuju cahaya hidayah langit.

Kemudian, hal ketiga yang beliau sampaikan adalah

keteraniayaan Ahlulbait as, memaparkan segala bentuk

kezaliman dan kejahatan yang menyebabkan kegaiban

washi terakhir mereka—semoga Allah mempercepat

kemunculannya. Beliau memaparkan semua itu sebagai

penentangan terhadap pemerintah thaghut, penghambaan

terhadap penguasa, dan menjabarkan penguasaan mereka

terhadap harta-harta manusia, upaya menjauhkan dari

beribadah pada Allah, dan mencegah Ahlulbait untuk

menegakkan keadilan Tuhan serta memimpin manusia

menuju kebahagiaan.

Selanjutnya, beliau membantu setiap Muslim untuk

menentang kezaliman ini yang dengan penentangan

tersebut merupakan kebaikan bagi manusia secara

menyeluruh. Penyerahan segala urusan kepada seseorang

yang mencerminkan metode para nabi, keadilan al-Quran

adalah merealisasikan tujuan-tujuan keadilan Tuhan.

Akan tetapi, beliau—semoga Allah Swt mempercepat

kemunculannya—pertama-tama memohon pertolongan

pada Allah Zat Yang Mahakuasa. Hal ini merupakan sebuah

isyarat kepastian kemenangan revolusi kebaikan beliau.

Beliau adalah al-Mudthar (orang yang dalam kondisi

Teladan Abadi

/

301

terpaksa) yang doanya diijabah oleh Allah, beliau adalah

penutut balas darah manusia yang terbunuh secara keji dan

teraniaya, dan beliau adalah manusia yang dibantu oleh

Allah. Dengan isyarat-isyarat seperti ini, beliau mendorong

manusia untuk membantunya agar mereka berhasil

memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, terhindar

dari kesengsaraan dunia dan siksa akhirat melalui tangan

suci beliau.

Memproklamirkan Tujuan-tujuan Revolusi

Adapun khotbah kedua yang beliau sampaikan

seusai shalat Isya menjelaskan tentang tujuan-tujuan

umum revolusi beliau. Tujuan-tujuan itulah yang akan

membantu manusia, mencerminkan sisi lain bantuan

terhadap keteraniayaan Ahlulbait dan ajaran mereka.

Beliau menjelaskan tujuan pertama secara umum yang

beliau gambarkan dengan menegakkan ketauhidan yang

murni yang karena hal itulah para nabi diutus, diturunkan

bagi mereka kitab-kitab suci langit. Tujuan tersebut dapat

terjelma melalui ketaatan pada Allah Swt dan kepada

Rasul-Nya Muhammad saw, menghidupkan segala sesuatu

yang telah dihidupkan dalam al-Quran, menghidupkan

sunnah Rasul, dan memadamkan segala sesuatu yang

telah dipadamkan oleh al-Quran berupa kebatilan, bid’ahbid’ah,

kesyirikan, dan segala bentuk penghambaan yang

hina. Seruan beliau adalah seruan menuju Allah, menuju

ketauhidan, dan menuju pada Rasulullah saw serta beramal

sesuai dengan sunnahnya yang mengantarkan kepada Allah

Swt.

Berdasarkan hal tersebut, jelaslah permohonan

bantuan beliau terhadap keteraniayaan keluarga kenabian

adalah sebuah ajakan pada sebuah pertolongan menuju

/

302

Imam Mahdi

pada sebuah tujuan dan penjagaan terhadap ketakwaan.

Pengabulan untuk Membantu Beliau dan Berbaiat

padanya

Manusia pertama yang terlintas dan tergambar saat

itu di tempat tersebut, yaitu antara rukn dan maqam yang

akan membaiat dan membantu beliau adalah umat Islam.

Hal tersebut merupakan salah satu sifat penolong beliau.

_ لنُّجَبَاَ _ ، فِيْهِمْ _ َهْلِ بَدٍْ ( _ نِيْف، عِدَُّ _ ثَلاَثَمِائَةِ َ [ لْمَقَاِ __ لرُّكْنِ َ _ فَيُبَايِعُ مَا بَيْنَ

.vِ _ لْعِرَ _ َهْلِ ( مِنْ _ ْلأَخْيَاُ __ َ [ لشَّاِ _ َهْلِ ( مِنْ _َ _ ْلأَبْدَ __ َهْلِ مِصْرٍ ( مِنْ

“Maka berbaiat antara rukn dan maqam 313 orang

sebagian penduduk Badar, di antara mereka ada

pembesar dari Mesir, wakil-wakil dari Syam, dan

orang-orang pilihan dari Irak.”19

Dari sejumlah hadis yang diriwayatkan di berbagai

sumber Ahlusunnah, dapat disimpulkan bahwa kemunculan

beliau dan pembaiatan pada beliau terjadi setelah

perdebatan dan pertentangan di antara kabilah-kabilah

Hijaz. Pada mulanya, beliau menolak untuk menerima

baiat. Beliau berkhotbah pada orang-orang yang hendak

berbaiat dan berkata,

؟# قَدْ سَفَكْتُمُوُ [ٌ" كَمْ َ _ ؟ َ # يْحَكُمْ ! كَمْ عَهْدٌ قَدْ نَقَضْتُمُوُ _ َ

“Celaka kalian! Berapa banyak janji yang

kalian ingkari? Berapa banyak darah yang kalian

tumpahkan?” 20

Teranglah, penolakan ini adalah upaya mengembalikan

perasaan-perasaan para pembaiat mengenai tanggung

jawab, mengikuti baiat, dan tugas penting yang harus

mereka terima. Hal ini serupa dengan apa yang telah

Teladan Abadi

/

303

dilakukan oleh kakek beliau yaitu Imam Ali as ketika

manusia menerima untuk berbaiat kepada beliau setelah

terbunuhnya Utsman.

Dari beberapa hadis lainnya, dapat disimpulkan bahwa

gerakan-gerakan pendukung kemunculan Imam Mahdi as

mendorong mereka untuk berbaiat kepada Imam Mahdi

as. Beliau berada di Mekkah21 kemudian memperbaharui

baiat tersebut.

Sebagian hadis yang lainnya menjelaskan bahwa

sahabat-sahabat khusus Imam Mahdi as berjumlah 313

orang yang mereka berkumpul di Mekkah dengan cara

mukjizat atau dengan cara yang cepat dengan sarana

transportasi yang maju yang dicapai pada masa kehadiran

Imam dan mereka berbaiat. 22

Pergi Menuju Kufah dan Pembersihan Internal

Imam Mahdi as bersama pasukannya bergerak menuju

Kufah sebagai titik tolak pergerakan militer23 setelah

menghentikan fitnah yang ditimbulkan oleh Sufyani dan

al-Khasaf yang mengerahkan pasukan di al-Baida. 24

Beliau mengibarkan bendera Rasulullah saw yang

terpendam di Najaf Kufah.25 Para malaikat yang dulu

membantu kakek beliau Rasulullah saw di peperangan

Badar, kini turun untuk membantu beliau.26 Hadis-hadis

juga menyebutkan bahwa beliau bersama para sahabat dan

tentara beliau menghadapi berbagai kesulitan terutama pada

tahap awal gerakan militer,27 menghadapi peperangan yang

terus berlangsung selama delapan bulan untuk memulihkan

kondisi intern. Hal ini berlangsung selama 20 tahun.28

Di sini, dapat kita perhatikan bahwa perjalanan yang

ditempuh oleh Imam Mahdi adalah perjalanan kakek beliau

/

304

Imam Mahdi

Imam Husain as dalam kebangkitan dan kesyahidan beliau

dari Mekkah menuju Kufah. Kakek beliau, Sayyid asy-

Syuhada Husain as, tertahan tidak bisa sampai ke Kufah,

tetapi kini keturunannya, Imam Mahdi as, mencapai tempat

tersebut. Beliau berhasil merealisasikan tujuan-tujuan

revolusi pada umat Muhammad yang dulu telah diupayakan

oleh kakek beliau Imam Husain as.

Manakala beliau memasuki Kufah, beliau mendapati

tiga panji yang sedang mengalami keguncangan.29 Imam

menyatukan mereka dan mencegah terjadinya keguncangan

dengan dikibarkan bendera Muhammad yang tersimpan.

Imam mencegah keikutsertaan orang-orang munafik

yang tersisa dalam kota dalam peperangan bersama

pasukan beliau yang disifati dalam hadis sebagai pasukan

terbaik.30

Memasuki Baitul Maqdis dan Turunnya Al-Masih

Riwayat-riwayat banyak menjelaskan bahwa beliau

bersama pasukannya memasuki Baitul Maqdis sebagai

peristiwa penting, yaitu turunnya nabi Allah, Isa putra

Maryam, yang dikabarkan kembali dalam nas-nas Injil

selain dari riwayat-riwayat dalam kitab-kitab hadis yang

diriwayatkan oleh para perawi dari kalangan Ahlusunnah

maupun Syi’ah.31 Hadis-hadis juga menceritakan tentang

shalat subuh Nabi Isa di belakang Imam Mahdi as

setelah beliau menolak mengimami shalat. Adapun sebab

penolakan yang beliau lakukan disebabkan shalat tersebut

didirikan karena Imam Mahdi as. Nabi Isa mempersilakan

Imam Mahdi untuk mengimami dan beliau pun shalat di

belakang Imam sebagai isyarat berakhirnya risalah Nabi

Muhammad saw. Hal ini sangat membantu revolusi Imam

Mahdi karena dunia Barat yang mayoritas beragama

Teladan Abadi

/

305

Nasrani memperhatikan hal tersebut.

Masuknya Imam Mahdi as—semoga Allah mempercepat

kehadirannya—ke Baitul Maqdis jelas terjadi setelah adanya

pembersihan Baitul Maqdis dari kerusakan dan kebatilan

yang dilakukan oleh orang Yahudi dan penguasaan

mereka terhadap Baitul Maqdis. Oleh karena itu, mungkin

benar pendapat yang mengatakan bahwa Imam Mahdi

as memasuki Baitul Maqdis setelah dilakukan upaya

pembersihan internal sebagai pengantar untuk menghadapi

musuh di luar Islam seperti Romawi sesuai dengan

ungkapan hadis dan sebagai mukadimah untuk membuka

dunia. Dari sini, dapat kita pahami rahasia shalat Nabi Isa

dan turunnya beliau bersamaan dengan masuknya Imam

Mahdi as ke Baitul Maqdis.

Pembunuhan Dajjal dan Berakhirnya Kekuasaan Budaya

Matrealis

Sesungguhnya sebagian besar hadis-hadis yang

membicarakan tentang turunnya Nabi Isa as juga menyebutkan

tentang kebangkitan beliau untuk menghancurkan salib-salib

dan mengembalikan umat Nasrani dari menuhankannya.32

Kemudian, terjadi pembunuhan terhadap Dajjal—yang

merupakan simbol dari peradaban materialis—di tangan

beliau atau di tangan Imam Mahdi as atau dengan bantuan

salah seorang dari keduanya.

Dengan kembalinya umat Nasrani dari menuhankan

Nabi Isa as dan penyaksian mereka terhadap bantuan yang

beliau berikan kepada washi terakhir dari para pemimpin

Islam yang maksum, maka terbuka lebar pintu-pintu bagi

mereka untuk memeluk agama Islam—mereka termasuk

penduduk bumi terbanyak—dengan mudah. Hasil yang

/

306

Imam Mahdi

ditimbulkan dari hal tersebut adalah Dajjal dapat terbunuh

dengan mudah, menyelesaikan peradaban thaghut, dan

membuka dunia serta mendirikan pemerintahan Islam yang

adil dan mendunia. Dimulailah proses pembangunan dan

reformasi guna mewujudkan tujuan-tujuan para nabi.

Inilah—secara ringkas—kondisi-kondisi pokok bagi

pergerakan Imam Mahdi as setelah kemunculan beliau.

Masing-masing mencakup perincian-perincian yang cukup

banyak yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.

Oleh karena itu, pembahasan kita lanjutkan—tetap secara

ringkas—tentang kehidupan beliau setelah kemunculannya

di beberapa aspek yang paling menonjol dari kekhususankekhususan

masa tersebut.

Sejarah Imam Mahdi adalah Sejarah Kakek Beliau

Rasulullah saw

Dalam hadis-hadis disebutkan bahwa perjalanan

kehidupan Imam Mahdi as—semoga Allah mempercepat

kehadirannya—berjalan seperti sejarah kehidupan kakek

beliau, Rasulullah saw. Beliau bersabda,

لاَ هُمَا _ ُْ ( هُمَا شَرٌّ مِنْ _ بُعٍِثْتُ بَيْنَ جَاهِلِيَتَيْنِ لِاُخْرَ

“Aku diutus di antara dua masa jahiliah, yang

terakhir lebih berbahaya dari jahiliyah pertama.”

33

Beliau juga menjelaskan kepada umat tentang contohcontoh

bahaya yang lebih besar dari jahiliyah pertama. Oleh

karena itu, Imam Mahdi,

مَا كَا َ [ سَلَّمَ يُهْدُِ _ لِهِ َ f _ للهَُّ عَلَيْهِ َ _ للهَِّ صَلَّ _ _ سُو ُ _ يَصْنَعُ كَمَا يَصْنَعُ َ

لِهِ f _ للهَُّ عَلَيْهِ َ _ للهَِّ صَلَّ _ _ سُو ُ _ َ [ قَبْلَهُ كَمَا هَدََ

Teladan Abadi

/

307

_ جَدِيْدً [ لْاِسْلاَُ _ يَسْتَأْنِفُ _ قَبْلَهُ َ سَلَّمَ مَا كَا َ _َ

“Berbuat sebagaimana yang diperbuat oleh

Rasulullah saw, menghancurkan sesuatu yang

telah berlalu sebagaimana Rasulullah saw

menghancurkan sesuatu sebelumnya. Islam akan

muncul dengan wajah baru.” 34

Nabi Muhammad saw telah membicarakan mengenai

keterasingan Islam setelahnya dan umat Muslim juga

menukil hal tersebut.35

Imam Mahdi as menghancurkan jahiliah bentuk kedua

sebagaimana kakek beliau Rasulullah saw menghancurkan

jahiliah pertama. Islam kembali digandrungi setelah

terasing sebagaimana diawali dengan keterasingan. Akan

tetapi, terdapat perbedaan di antara kedua sejarah tersebut

yang masing-masing dimiliki berdasarkan kekhususankekhususan

yang terjadi di setiap masa. Kondisi masa

inilah yang menimbulkan perbedaan dalam sejarah mereka

berdua. Kita dapat perhatikan hal tersebut dalam sisi

kemiliteran, hukum, pengaturan, agama, dan lain-lain. Oleh

karena itu, tidaklah bertentangan secara hakekat bahwa

sejarah mereka berdua—shalawat dan salam Allah semoga

tercurah untuk mereka—adalah satu.

Menghidupkan Sunnah dan Peninggalan-peninggalan

Nabi

Gerakan reformasi Imam Mahdi ditegakkan dengan

landasan menghidupkan sunnah Nabi Muhammad saw,

menegakkannya yang merupakan tonggak pembangunan

Islam sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw,

لْوَحْيِ _ َنَا عَلَي _ جُلٌ مِنْ عِتْرَتِي يُقَاتِلُ عَلَي سُنَّتِى كَمَا قَاتَلْتُ _ َ

/

308

Imam Mahdi

“Seorang laki-laki dari keluargaku akan berperang

berlandaskan sunnahku sebagaimana aku

berperang berlandaskan wahyu.”36

Beliau juga bersabda,

لاَ يُخْطِئُ 8 َثَرِ ( يَقْفُو

“Dia berdiri di atas sunnahku sehingga ia tidak

salah.”37

Beliau bersabda,

يَعْمَلُ بِسُنَّتِى _ للهَُّ فِيْهِ َ _ ِسْمُهُ كَاِسْمِي يَخْفَظَنِيَ _ جُلٌ مِنِّي _ َ

“Seorang laki-laki dariku, namanya seperti

namaku, Allah menjaganya seperti menjagaku,

dan dia akan beramal dengan sunnahku.”38

Imam Mahdi adalah لنَّبِيَ _ ثَرَ f يُبَيِّنُ “menjelaskan sunnah

nabi.”39 Beliau akan menyeru manusia kepada sunnah

Rasulullah saw. Beliau adalah pembaharu sebagaimana

pembaharu bagi Dunia Islam. Menampakkan ajaran yang

tersembunyi dan disembunyikan. Beliau di namakan al-

Mahdi karena beliau “memberi petunjuk manusia menuju

perkara yang telah tertutupi dan masyarakat banyak tersesat

karena hal itu.”40

Ketegasan dan Kasih Sayang Beliau terhadap Umat

Sesungguhnya sejarah kehidupan Imam Mahdi as

mengenai dirinya dan umatnya mencerminkan gambaran

seorang pemimpin Islam yang idealis yang menjadikan

pemerintahan sebagai sarana untuk berkhidmat pada

manusia dan memberi petunjuk pada mereka. Bukan

menjadi sumber pengumpulan harta benda, sarana

kezaliman, dan perbudakan manusia. Beliau menghidupkan

Teladan Abadi

/

309

gambaran sejati tentang seorang pemimpin Islam yang

telah direalisasikan sebelumnya—apapun namanya—oleh

ayah-ayah beliau dan dari Rasulullah saw serta washinya

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as—shalawat dan

salam semoga tercurah untuk mereka. Adapun Imam

Mahdi terhadap dirinya, “pakaiannya adalah pakaian yang

kasar dan makanannya adalah sya’ir (gandum berkualitas

rendah).” 41 Beliau adalah “peringatan dari Allah, tidak

meletakkan kesulitan di atas kesulitan, tidak menghukum

seseorang dalam wilayahnya (kekuasaannya) dengan

cambukan kecuali sesuai dengan batasan.”42

Beliau terhadap umatnya “penuh cinta dan kasih

sayang.” Beliau disifati sebagai orang yang sangat terkait

dengan orang-orang miskin.43 Beliau memiliki kelapangan

dada sehingga umat mendapatkan beliau sebagai

penyelamat mereka. “Umat mengelilingi beliau bak lebah

mengelilingi ratunya” 44 atau “bak lebah mengelilingi

sarangnya.”45

Sejarah Beliau dalam Memutuskan

Imam Mahdi al Muntazhar as—semoga Allah Swt

mempercepat kemunculannya—adalah figur yang akan

memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah

dipenuhi dengan kezaliman dan kejahatan. Hal ini sesuai

dengan hadis-hadis yang mutawatir. Untuk mewujudkan

tugas penting ini, dibutuhkan pengambilan keputusan

yang tepat. Oleh karena itu, beliau dalam hal ini mengikuti

sejarah hidup kakek beliau, Imam Ali as, yang sangat

tegas dalam menerapkan hak-hak manusia yang terzalimi

dan berupaya mengembalikannya dari para perampas

kendati hak itu sudah berada dalam gigitan geraham atau

telah menjadi sutra sebagai maskawin. Imam Mahdi akan

/

310

Imam Mahdi

mengembalikan hak-hak orang-orang yang terzalimi

meskipun hak itu telah ada dalam genggaman orang

maka Imam akan mengambilnya dan mengembalikan

kepada yang berhak.46 Imam Mahdi menerapkan keadilan

sampai-sampai “orang-orang yang hidup mengharapkan

orang-orang yang mati”47 yakni mereka mengharapkan

orang-orang yang telah meninggal kembali agar mereka

mendapatkan kenikmatan dan kebenaran atas kehadiran

beliau.

Sejumlah hadis yang mulia menyebutkan bahwa

Imam Mahdi as menetapkan hukum dengan hukum Nabi

Sulaiman dan Nabi Daud dalam peradilan, yakni beliau

menghukumi dengan ilmu laduni tanpa membutuhkan

pembuktian. 48 Mungkin hal itu didasari tanggung jawab

beliau untuk menerapkan keadilan yang sesungguhnya

bukan keadilan semu yang terkadang dapat dibuat melalui

pembuktian yang zahir, meskipun bertentangan dengan

keadilan yang sesungguhnya. Inilah kenyataan yang

tersebar dan sejarah Islam dan manusia menyaksikan

hal tersebut. Begitu pula fakta sejarah saat ini banyak

menyaksikan kenyataan-kenyataan seperti itu yang selalu

berpegang pada pembuktian lahiriah yang dapat menutupi

keadilan sebenarnya. Keadilan ditegaskan tetapi hanya

tampilan luarnya saja. Pada akhirnya, hal ini merupakan

salah satu keistimewaan masa beliau dan sesuai dengan

kondisi alamiah secara umum pada masa tersebut.

Kehidupan Beliau di Hadapan Aliran dan Agama-agama

Lain

Imam Mahdi as—semoga Allah mempercepat

kemunculannya—akan melenyapkan segala bentuk

kesyirikan dan menyebarkan ketauhidan yang murni.

Teladan Abadi

ความคิดเห็น

แสดงความคิดเห็น

*ช่องที่มีเครื่องหมายดอกจันต้องมีค่าอย่างแน่นอน